Translate

Hijr Calender

Al-Balad

free counters

JK, Konflik Palestina-Israel Tidak Ada Hubungan Dengan Agama ??

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 19.23
Mantan Wakil Presiden Indonesa, Jusuf Kalla di undang pada acara peluncuran buku buku Ahmad Syafii Maarif “Gilad Aztmon, Catatan Kritikal Palestina dan Masa Depan Zionisme”, yang juga mengundang mantan Wakil Presiden Indonesia. Jusuf Kalla yang kerap disapa JK mengapresiasi peluncuran buku terbaru dari Syafii Maarif ini.

Dalam komentarnya mengenai buku tersebut, JK sesumbar mengatakan bahwa “Sebetulnya persoalan Palestina adalah bukan persoalan Agama dan bukan persoalan Islam dan Kristen, melainkan persoalan kemanusiaan dan persoalan kita semua". Lebih lanjut ia menyatakan, publik terlalu berlebihan dalam menyikapi konflik yang terjadi di Palestina-Israel. “Kita ini terlalu berlebihan juga, orang Arab dan Israel itu peluk-pelukan,” ujarnya. Benarkah seperti itu?

Dijelaskannya, ada yang mengambil untung dalam konflik berkepanjangan Palestina-Israel. Negara Eropa akan sangat untung, jika konflik tersebut terus terjadi, karena harga minyak akan terus meningkat.

“Kalau negara Palestina-Israel damai pasti harga minyak itu turun,” ucapnya.

Apakah bapak JK hanya menganggap masalah yang telah pertikaian antara warga Palestina dengan negara Zionis Israel hanya masalah kemanusian saja?

Apakah benar kata bapak JK bahwa umat muslim didunia menyingkapi masalah ini secara belebihan?

Apakah benar menutut perkataan pak JK bahwa konflik ini sengaja diangkat oleh bangsa-bangsa eropa guna kepentingan bisnis harga minyak mentah dunia?

  • Apakah sepicik itukah pemahaman bapak JK?

  • Apakah bapak JK masih kekurangan informasi tentang konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung sangat lama ini bahkan PBB pun tak bisa berbuat apa-apa?

  • Apakah bapak JK hanya melihat masalah ini dari unsur HAM dan bisnis semata?

  • Semoga Allah membuka mata pak JK yang masih terpejam akan masalah ini.

    Konflik Israel dan Palestina bermula dari kedatangan para imigran yahudi dari eropa ke tanah palestina yang diduduki oleh mayoritas muslim. Mereka mencaplok tanah-tanah warga muslim palestina ini dengan bantuan tentara kafir Inggris seusai kekhalifan turky usmani/ottoman runtuh. Para yahudi ini berkeyakinan bahwa tanah palestina ini adalah tanah yang dijanjikan yang dimuat dalam kitab talmud mereka. Jadi para yahudi ekstrim atau yang lebih dikenal dengan zionis, mengusir warga palestina dari tanah kelahiran mereka sendiri. Bukan cuma muslim palestina yang terusir, bahkan kaum nasrani palestina pun tak luput dari kebiadaban dan keserakahan bangsa kera dan babi ini.

    Setelah pendudukan yahudi besar-besaran ditanah palestina, tanpa malu-malu si pencuri ini menproklamirkan berdirinya negara yahudi terbesar yang diberi nama Israel. Semua artefak-artefak yahudi tempo dulu mulai dicari dan dibangun kembali. Imbasnya adalah saat sebuah ide tentang penghancuran mesjid Al-Aqsha yang menjadi tempat suci ketiga bagi Umat Islam akan dirobohkan karena keyakinan yahudi bahwa dibawah timbunan Al-Aqsha terdapat runtuhan dari Haikal Ismail. Tentu saja ide gila ini ditentang oleh umat Islam diseluruh dunia dan para kesatria-ksatria muda di palestina berusaha mati-matian mempertahankan keutuhan Mesjid Al-Aqsha ini dengan jiwa dan darah mereka walaupun nyawa taruhannya.

    Masihkan bapak JK yang terhormat menggangap masalah konflik ini tidak ada hubungan dengan agama?

    Sudah tak terhitung lagi berapa banyak sekolah, mesjid, rumah warga, rumah sakit dan instalasi-instalasi umum yang dihancurkan secara keji oleh pasukan kafir israellaknatullah ini. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak jiwa-jiwa yang telah gugur dalam konflik ini. Sudah berapa banyak anak-anak menangis karena menjadi yatim dan piatu. Sudah berapa banyak tangisan istri yang menjadi janda. Sudah berapa banyak jemaah sholat yang bersholat berjamaah dibantai membabi buta oleh pasukan israel. Sudah berapa banyak pelecehan-pelecehan agama yang dilakukan oleh bangsa kera dan babi ini kepada umat muslim. Apakah ini semua tidak ada hubungannya dengan agama?

    Kalau benar ini tidak ada hubungannya dengan agama, kenapa Mesjid harus dihancurkan? Kenapa Jamaah sholat harus dibantai? Kenapa banyak terjadi pelecehan terhadap agama Islam oleh israel? Kenapa Israel hendak melarang dikumandangkan azan? Kenapa Al-Qur'an dibakar dan dilecehkan oleh israel?
    Bisakah Anda menjawabnya wahai bapak JK yang terhormat?

    Anda wahai pak JK, hanya melihat masalah ini dari segi bisnis yang dimana apabila konflik ini berkepanjang maka berpengaruh terhadap harga minyak. Tidakkah nyawa manusia lebih berharga dari pada seliter atau sebarrel harga minyak mentah? Kalau begitu, siapakah yang tidak berperikemanusian? Apakah sebarrel harga minyak lebih penting dari pada sebarrel darah manusia yang ditumpah oleh zionis? Ingat wahai pak JK, darah yang ditumpahkan oleh zionis israel adalah darah-darah saudara seimanmu sendiri. Mengapa engkau terlalu picik dengan mengatakan bahwa ini hanya urusan bisnis semata. Na'uzubillah...

    Engkau juga mengatakan bahwa sebenarnya orang arab dan yahudi itu akrab dan saling berpelukan. Tapi engkau lupa bahwa sudah menjadi sifat yahudi manis didepan tapi menusuk dari belakang. Mereka berpelukan dengan orang arab tapi tangan mereka berlumuran darah muslim Palestina. Mereka akrab dengan orang arab seperti perkataan Anda tapi tangan mereka masih kuat menggenggam pistol dan senjata otomatis dengan amunisi penuh.

    Duhai bapak JK yang terhormat. Semoga Allah membukakan mata hati Anda. Janganlah mata Anda terlalu lama terpejam. Lihat lah masalah ini dalam-dalam. Jauhilah bersahabat dengan para liberalis dan pluralis karena mereka adalah antek-antek yahudi yang gemar membalikkan fakta demi mendapat kesenangan dunia yang hanya sementara ini. Sempatkan lah diri Anda mengunjungi Palestina agar engkau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disana. Wallahu'alam bishawab...
    READ MORE - JK, Konflik Palestina-Israel Tidak Ada Hubungan Dengan Agama ??
    Category : edit post
    Seringkali kita mendengar berita mengenaskan tentang tewasnya pemuda setelah mengikuti pesta miras oplosan. Masih segar dalam ingatan , seorang insinyur pesawat Sukhoi di Makassar meninggal karena minuman keras.

    Untuk mengetahui lebih jauh, berikut jenis minuman keras (miras) di Indonesia berdasarkan merk dan wilayahnya, yang dianggap sebagai tradisi dan budaya masyarakat setempat.

    Cap Tikus & Sagoer

    Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado hasil penyulingan Sagoer. Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk kalangan petani.

    Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus, minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.

    Tuak

    Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia hasil fermentasi dari bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak.

    Sebenarnya tuak tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman hasil fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5 gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10 gelas, masuk neraka.

    Arak Bali

    Mirip dengan tuak, arak Bali merupakan minuman keras hasil fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga.

    Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.

    Sopi

    Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang menghasilkan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang rasa Sopi mirip Vodka.

    Lapen

    Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan, sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan singkatan dari “langsung pening”.

    Memang cara pembuatannyapun akan membuat seseorang geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai? Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih, dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf terutama saraf mata.

    Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.

    Ciu

    Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai 50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura.

    Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan sehingga hasil fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.

    Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer

    Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan, minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya.(Desastian/dbs)

    Sumber artikel: www.voa-islam.com
    READ MORE - Inilah Jenis Miras Yang Sengaja DiPelihara Sebagai Budaya Bangsa
    Category : edit post

    Dialog Jihad antara Muwahhid dengan Munafik

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.01
    Sebuah dialog ringan antara al Haq (Muwahhid) dan al Bathil (Munafik) mengenai urgensi Jihad fie sabilillah. Dialaog ini akan menunjukkan bagaimana sang munafik ini ingin membelok-belokkan makna Jihad menjadi rancu, namun sang muwahhid bisa membalasanya dan meluruskanya dengan jawaban-jawaban yang sangat cerdas yang disador dari Al Qur’an dan Al Hadits. Semoga dialog ini mencerdaskan dan membuka hati mereka yang membecinya, Insya Allah.
    ***
    [Munafik]
    “Apakah Anda mengetahui tentang jihad fi sabilillah ?”

    [Muwahid]
    Kami tidak akan menjawabnya secara ratio, kami menjawabnya sebagaimana Rosululloh menjawab pada saat para Shohabat bertantang kepadanya,

    “Apa hijroh yang terbaik? Beliau menjawab,”Al Jihad Fii sabilillah”, mereka bertanya,”Apa jihad itu yaa Rosululloh? “Beliau menjawab,”memerangi Kuffar jika kamu datang kepada mereka (berperang)” Mereka bertanya,”Apa jihad yang terbaik?” Beliau menjawab “Seseorang yang kudanya terjatuh dan darahnya mengalir” (Musnad Imam Ahmad)

    Dan dalam riwayat yang lain, Shohabat bertanya,”Manakah (kondisi) terbunuh yang sebaik-baiknya ?” Rosululloh menjawab,”Seseorang yang darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.” (Abu Daud)

    Maka tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa sebaik-baik jihad adalah menuntu ilmu dan sebagainya, tetapi sebaik-baik jihad adalah terbunuh. Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rosululloh bersabda,

    “Pergilah dan kembalilah ke medan pertempuran karena Alloh, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya dan sebaik-baik Ghazwa adalah pada saat darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.”

    [Munafik]
    Tetapi waktu kita saat ini tidak sama dengan masa lalu, dimana ada Khilafah dan sebagainya, pada saat ini tidak ada jihad dengan pedang, tetapi pada saat ini jihad dengan pena, satelit dan sebagainya, dari ekonomi, voting dan sebagainya… kita harus membangun infrastruktur dari Ummat sebelum kita berperang.

    [Muwahid]
    Alasan mengapa kita harus berperang sekarang adalah karena Alloh memerintahkan kita,

    “Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (QS An Nisaa: 84)

    Alloh menjelaskan bahwa kita hanya harus berusaha dan Alloh selanjutnya akan menentukan hasilnya. Menghentikan jihad dan mencegah mujahidin atau mengecilkan hati orang-orang dari berperang adalah sebuah karakter dari Munafiqun. Alloh Ta’ala berfirman,

    “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka….”(QS Muhammad 47: 4)

    Alloh tidak mengatakan, pada saat kamu bertemu musuh,”tuntutlah ilmu” atau “bangunlah infrastruktur”, tetapi Alloh memerintahkan kita untuk memerangi mereka.

    Lebih lanjut, Alloh memerintahkan kita untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran. Salah satu dari menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah menyeru orang untuk sholat, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan sebagainnya, dan di antaranya yang telah disepakati Ulama adalah,

    “Tidak ada yang bisa menyamai jihad fii sabilillah (pada saat itu menjadi fardhu ‘ain)”

    Pada saat jihad menjadi fardhu ‘ain, itu bahkan di atas sholat, zakat, haji dan semua ibadah lainnya, pada saat kita berperang dalam jihad defensif, jihad kita adalah sholat kita, kita tidak bisa menghentikan jihad bahkan untuk sholat, jadi bagaimana bisa menghentikan jihad dengan tujuan untuk menuntut ilmu?

    [Munafik]
    Kita tidak bisa berjihad; jika mempunyai hutang, bayarlah hutang terlebih dahulu.

    [Muwahid]
    Dalam jihad defensif kita tidak perlu membayar hutang terlebih dahulu, Imam Ibnu Qudama Al Maqdisi dalam Al Mughni jilid 9 berkata,

    “Jika jihad menjadi Fardhu ‘ain, dia tidak perlu meminta izin dari seseorang yang memberikannya pijaman, itu teks dari Imam Ahmad, dari Ibnu Abbas,”Jika jihad menjadi fardhu, dia tidak perlu meminta izin dari orang yang meminjamkannya.”

    [Munafik]
    Laksanakan Sholat dulu.

    [Muwahid]
    Sholat adalah kewajiban dan meninggalkannya adalah kufur, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu menjadi lebih penting daripada sholat, Imam empat mahzab menyetujui bahwa sholat adalah Fardhu, puasa adalah fardhu, zakat adalah fardhu, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu lebih utama dari semua ibadah yang lain tetapi dia seharusnya melakukan sebisa mungkin jika dia bisa melakukannya, Imam Ahmad bahkan berkata,

    “Jika musuh datang, kemudian sepanjang dia berperang, dia tidak bertanggungjawab atas semua kewajibannya yang lain sampai musuh berhenti.”

    Imam Qurtubi berkata,

    “Adalah sebuah kewajiban atas Imam untuk tetap menaklukan musuh setiap tahun…”

    Ibnu Katsir berkata,

    “Kita harus memerangi kuffar yang paling dekat sampai kita berjalan untuk mendatangi mereka.”

    Alloh berfirman,

    “Wahai orang-orang beriman perangilah orang-orang kafir yang paling dekat denganmu.”

    Ini mempunyai implikasi, jika musuh memasuki negeri kita, mereka sangat dekat dengan kita kemudian kita harus memerangi mereka, jika mereka tidak masuk ke negeri muslim tetapi pemerintah mendeklarasikan Kufur Bawah (kekufuran yang nyata), mereka adalah musuh yang paling dekat dengan kita. Kemudian, jika ada Khilafah, musuh yang paling dekat adalah Kuffar yang berada di luar batas negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan kita.

    [Munafik]
    Mengapa kita berperang?

    [Muwahid]
    Karena kita bukan Munafiqun dan seseorang yang tidak berparang adalah Munafiq, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaini wasallam bersabda,

    “Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak berperang dan tidak juga mempunyai niat untuk berperang di jalan Alloh dia mati dalam sebuah cabang Nifaq.”

    Dan jika kita tidak mengatakan demikian, Alloh berfirman,

    “Jika kamu tidak berperang Alloh akan mengazabmu dengan amat pedih.”

    Rosululloh bersabda,

    “Seseorang yang tidak berperang tidak juga menyiapkan orang-orang yang berperang, tidak juga memperhatikan keluarga orang-orang yang berperang, Alloh akan mengirimkan kepadanya sebuah azab sampai hari pengadilan.”

    [Munafik]
    Setalah jihad, apakah yang kamu lakukan sebagai pengganti? Kita membutuhkan enginer (insinyur), dokter dan sebagainya.

    [Muwahid]
    Kita tidak mengatakan janganlah pergi berjihad karena kamu tidak mempunyai sebuah jawaban, kita membutuhkan enginer untuk membangun gedung, tapi, itu menjadi tidak penting jika kuffar masih membunuh Muslim, Alloh berfirman,

    “Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” (QS An Nisaa, 4: 84)

    Alloh tidak pernah memerintahkkan kita untuk menteror Kuffar dengan gelar, derajat dan pendidikan, Alloh berfirman,

    “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya.” (QS Al Anfal, 8: 60)

    wallahu a’lam bish showab..
    (saif al battar/ fursan/arrahmah.com/usudullah.co.cc)
    READ MORE - Dialog Jihad antara Muwahhid dengan Munafik
    Category : edit post

    Video Penyergapan Tentara Filiphina Oleh Abu Sayyaf

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 00.21
    Allahu Akbar. Para mujahidin filiphina yang tergabung dalam brigade abu sayyaf menyergap dan menyerbu patroli tentara-tentara kafir filiphina yang berada di basilan. Kontak tembak tak terelakkan. Mujahidin abu sayyaf berhasil menewaskan 13 tentara kafir filiphina dan memperoleh banyak harta ghonimah dari hasil penyergapan itu. Berikut video perperangan antara mujahidin filiphina, abu sayyaf vs tentara nasional filiphina.


    قال الله تبارك و تعالى :
    {فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ
    يَشَاء اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ}


    في كمين محكم في منطقة (زولو باسيلان) بعد معركة دامت ساعة ونصف تمكن إخوانكم في جماعة أبو سياف من قتل 13 جندي فلبيني كافر ولله الحمد و المنة



    Jangan lupakan mereka didalam doamu
    READ MORE - Video Penyergapan Tentara Filiphina Oleh Abu Sayyaf
    Category : edit post

    Kisah Pertemuan 2 Mujahid, Syaikh Usamah & Mulla Umar

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.10
    Pelajaran dari Masjid Kandahar

    Bismillahirrahmanirrahim

    Setelah sholat ashar, salah seorang Mulla yang sudah biasa mengajar di jami’ masjid Kandahar duduk bersandar pada salah satu sudut masjid, kemudian beberapa puluh pemuda kelihatan berebutan untuk duduk mendekatinya. Setelah melihat murid muridnya duduk dengan tertib, Mulla itu berkata sambil menunjukkan sebuah kitab yang di bawanya: Saya membawa Kitab Sejarah Kandahar, dan hari ini kita akan membaca sejarah Mujahid bernama Usamah.

    Lalu beliau memberikan kitab itu kepada salah seorang murid yang duduk di pinggirnya sambil menyuruhnya untuk membaca kitab itu dan memperdengarkan suaranya kepada seluruh teman temannya, pemuda itu menerima kitab itu dengan penuh semangat dan sopan, ia kelihatan bangga mendapat tugas itu dari Mulla. Lalu ia mulai membuka daftar isi Kitab, dan memilih sebuah judul yang bertulis

    “Kisah Kedatangan Usamah bin Ladin ke Afghanistan dan perjuangannya dengan Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar Mujahid” kemudian ia mulai membaca Basmalah dan puji pujian kepada Allah swt. Dan di teruskan dengan membaca buku itu dengan lantang:

    “Pada tahun 1417H pada bulan Muharram, Usamah datang ke bumi Kandahar, kedatangannya adalah karena ia terusir dari kaumnya di sebabkan ia tegas menolak untuk ikut menyembah berhala yang bernama Amerika, ia bertekad untuk memerangi Amerika tetapi ia tidak mendapat sambutan kaumnya kecuali hanya segelintir dari mereka, dan ada juga beberapa gelintir dari negeri negeri lain yang sudi untuk ikut bersamanya … tetapi mereka semua asing dan lemah, mereka tidak punya kekuatan untuk membela diri.

    Kemudian Usamah mendatangi pimpinan pimpinan Qabilah qabilah Arab, meminta mereka untuk membantunya dan memberi jaminan tempat tinggal baginya dan pengikutnya untuk mempersiapkan diri melawan kekuatan si Berhala Amerika.

    Suatu hari ia mendengar bahwa hukum Islam di laksanakan di Sudan, ia mengirim utusan untuk menemui sang Raja umtuk meminta bantuan jaminan tempat tinggal baginya dan pengikutnya.

    Sang Raja berkata “Pintu kami selalu terbuka dan bumi kami adalah milik kita bersama .. datanglah sebagai tamu terhormat…tanamkan hartamu di sini dan jika kau sudi ikutlah bersama kami berjihad” (melawan pemberontak Sudan yang di ketuai oleh John Garang)

    Usamah sangat gembira mendegar jawaban itu dan segera mempersiapkan diri untuk berhijrah ke negeri Sudan, kemudian ia tinggal di sana dan mendirikan berbagai Mu’askar (camp) dan melatih Mujahidin bersama pejuang dari kalangan tentara Sang Raja, dan mereka gembira di sana untuk beberapa waktu sambil membina negeri… jalan jalan di perbaiki, pasar pasar menjadi ramai, dan negeripun makin makmur.

    Suatu hari berhala Amerika membentak Sang Raja dan berkata “Keluarkan mereka dari negerimu” Sang Raja menjawab… “Daulat tuan… titahmu kami junjung tinggi, demi mencari ridho mu”. Sang Raja berbalik kepada Usamah seraya berkata: “Keluar dari negeri kami..!!!” Usamah menjawab “bukankah kita telah mengikat perjanjian untuk berjihad bersama?” Sang Raja menjawab “Ya… tetapi Jihad melawan John Garang dan bukan Amerika” Usamah menjawab “sejak dahulu aku berniat menghancurkannya dan teman temannya” Sang Raja menjawab “tiadalah kami mempunyai kekuatan … keluarlah dari negeri ini”.

    Mulla memberi Isyarat kepada muridnya yang sedang asyik membaca untuk berhenti sejenak karena beliau ingin memberi sedikit keterangan, lalu Mulla berkata:

    “dalam hal Usamah, Sudan ternyata lebih takut kepada Amerika berbanding kepada Allah swt. , dan ketika itu Sudan sempat kebingungan karena harus melepaskan harta Usamah yang telah banyak di tanamkan bagi perdagangan negeri itu, tetapi ketakutan Sang Raja Sudan kepada Amerika ternyata lebih besar dari kepentingan rakyatnya sendiri, hingga Sang Raja lebih memilih mengusir Usamah demi relanya sang berhala, walau Amerika tetap masih tidak rela kepada Sang Raja Sudan, karena Sang Raja enggan untuk turun dan di ganti oleh John Garang.” Kemudian Mulla berkata “baik lah… teruskan bacaanmu nak..!!!”

    Si pemuda yang tenggelam dengan keterangan Mulla tersentak dan bergegas mencari baris terakhir yang di bacanya tadi..lalu ia meneruskan bacannya “Usamah terpaksa mencari siapa yang sudi menjamin dan menolongnya untuk menghancurkan sang berhala, lalu ia mendengar bahwa hukum Islam kembali di laksanakan di Kandahar oleh suatu kaum yang menamakan diri sebagai Taliban, mereka di pimpin oleh si pemberani bernama Mulla Muhammad Umar Mujahid yang di juluki sebagai sang Amir, lalu Usamah mengutus utusan kepadanya.

    Amir Taliban berkata: “mari kita angkat senjata… melawan pemberontak dan perampok perampok di negeri kami”

    Usamah menjawab “Tujuan kami menghancurkan sang berhala”

    Amir menjawab “Allahu Akbar… menghancurkan berhala adalah Hobi kami”

    Usamah menjawab “bukan sekadar hobi… tetapi demi Jihad Fi sabilillah”

    Amir menjawab “kami memang Manusia Jihad dan anak anak yang lahir bersama desingan peluru, Peperangan adalah ibu yang menyusui kami”

    Usamah berkata “Sanggupkah kamu bersamaku memerangi Pasukan Salib?”

    Amir menjawab “berperang dan berdamailah kepada siapapun yang kau kehendaki, berhubunganlah dengan siapapun yang kau kehendaki, ambil seberapa banyak yang kau kehendaki dari harta kami, kami pasti sabar dalam berperang dan berani melangkah kedepan, walau kau ajak kami mengharungi lautan benua untuk memerangi sang Berhala, pasti kan kami harungi bersamamu”

    Usamah berkata “tapi kau akan di tembak oleh seluruh kaum Arab dan Romawi dari busur panah yang sama”

    Amir menjawab “yakinlah bahwa semua itu tiada akan terjadi kecuali jika telah di izinkan oleh yang maha Menjadikan”

    Usamah berkata “tetapi sang berhala akan datang dan mengupah berbagai Kabilah untuk menghabisimu”

    Amir menjawab “Allah pelindung kami … sedang mereka tiada memiliki pelindung”

    Usamah masih belum yakin, dan berkata “tahukah engkau bahwa sang berhala mempunyai bala tentara dan pedang yang sangat tajam? Mereka akan datang dan menguasai negerimu”

    Amir menjawab “Ya kami tahu, tetapi kami tidak akan berkata seperti perkataan kaum Musa as. Kepada Nabinya “pergilah engkau berperang bersama Robbmu, dan kami akan tetap tinggal di sini” sungguh wahai Usamah kami akan mengawalmu dari kanan dan kiri, depan dan belakangmu, dengan harapan semoga Allah memperlihatkan kepadamu apa yang menyenangkan hatimu, sungguh negeri ini belum pernah di jajah oleh suatu tentara, pasti mereka akan lintang pukang lari… kecuali tentara Qutaibah”

    Usamah berkata “Umat manusia akan berlepas diri darimu dan penduduk bumi akan meninggalkanmu sendiri”

    Amir menjawab “Cukuplah bagi kami keberadaan Allah, dan jika ia sudi akan menyatukan kami dengan penghuni Firdaus di Langit”

    Usamah berkata “mereka akan memboikotmu dan membiarkanmu kelaparan”

    Amir menjawab “Sesungguhnya Allah maha memberi Rezki dan maha mempunyai kekuatan yang besar”

    Usamah berkata “mereka hanya ingin menangkapku”

    Amir menjawab “tenanglah…mereka tidak akan menyentuhmu selagi mata kami belum tertidur”

    Usamah berkata “apakah kalian akan menjagaku sebagaimana kalian menjaga anak dan Isteri kalian?”

    Amir menjawab “Ya Demi Allah, bahkan mereka akan kami keluarkan dari rumah kami agar kau bisa tinggal di rumah kami, Darah harus di bayar darah, kehancuran pun begitu, Pukullah si berhala dan jangan lupa membaca Basmalah, pukullah..!!! akan kami korbankan anak anak dan ibu ibu kami, pukullah dan berlindunglah di belakang kami, biar leher kami mereka cekik asal lehermu selamat, teruskan pukulanmu semoga Rabbul Jabbar bersama kita”

    Tiba tiba si pemuda berhenti membaca karena mendegar isakan dari Mulla, ia terkejut melihat Mulla telah menutupi mukanya dengan serban dan badannya bergoncang menahan isakan sambil terus menerus bertakbir, seluruh pemuda terdiam tanpa sepatah kata. Mulla mulai membersihkan matanya yang telah di penuhi genangan air, kemudian berkata : “aku telah banyak membaca buku buku sejarah, tetapi aku belum mendapati suatu kaum yang lebih jujur dari mereka ketika menolong seseorang, kecuali kaum Aus dan Khazraj, para Anshar yang menolong Rasul saw. Lihatlah kubur kubur mereka di lereng lereng pegunungan Tora Bora, Shahikot, Kandahar dan Kabul…sebagai bukti bahwa mereka benar benar pemberani…aku mendengar bahwa tentara Salib sempat menawan salah seorang dari mereka…kemudian ia di tawari agar memberi tahukan keberadaan Usamah yang bersembunyi… dengan imbalan ia akan di bebaskan kembali dan di beri uang…tetapi ia menjawab “Demi Allah kalau Usamah bersembunyi di bawah telapak kakiku, aku tidak akan mengangkatnya untuk menunjukkannya kepadamu”. Kemudian Mulla kembali terisak…dan kali ini terdengar makin keras..nampaknya Mulla sudah tidak bisa meneruskan pelajarannya lagi.. ia bangun meninggalkan kumpulan pemuda itu sambil terus menangis………

    Subhanallah.. semoga kisah ini menjadi i’tibar dan tauladan buat kita semua, insya Allah..

    (saif al battar/arrahmah.com/usudullah.co.cc)

    READ MORE - Kisah Pertemuan 2 Mujahid, Syaikh Usamah & Mulla Umar
    Category : edit post

    Ebook Karomah Mujahidin Nusantara

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.11
    Ebook berjudul "Karomah-Karomah Mujahidin Di Sekitar Kita, Bumi Jihad Nusantara" yang berformat pdf ini berisi beberapa kisah karomah yang terjadi pada mujahidin Indonesia yang ditawan dan disiksa oleh anshor-anshor thogut republik indonesia. Kisah-kisah ini tentu saja tidak pernah dipublikasikan secara langsung baik dari personil/oknum anshor thoghut yang melihat sendiri karomah ini maupun media-media sekuler karena kisah ini ditutup rapat-rapat dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Ebook ini diterbitkan oleh situs www.jahizuna.com yang komitmen menerbitkan ebook-ebook dan audio baik terjemahan maupun sanduran dari web jihad lain yang dapat didownload secara gratis.

    Diantara kisah yang dimunculkan dalam ebook ini, yaitu kisah yang terjadi pada Ustadz mujahid Aman Abdurrahman Hafidzhahullah. Beliau disiksa sampai tidak bisa bernafas. Salah satu algojo menemui salah seorang akhuna yang juga tahanan. Dia menceritakan perihal mimpi buruknya, "Bang, saya bermimpi disering sepasukan jubah serba putih, dengan mimpi itu membuat saya tidak bisa tidur, saya kapok kalo disuruh lagi nyiksa ust.Aman". Demikian cerita yang kami dapatkan dari akhuna.

    Masih banyak kisah-kisah karomah mujahidin yang bisa antum baca langsung dengan mendownload ebook ini. Ebook ini dibagikan secara gratis dan semoga menjadi amal jahiriyyah bagi penulisnya.

    Karomah-Karomah Mujahidin Di Sekitar Kita, Bumi Jihad Nusantara
    Unduh/Download
    READ MORE - Ebook Karomah Mujahidin Nusantara
    Category : edit post
    Photobucket

    Followers

    Poster

    FreeABB

    Save Muslims Rohingya

    Banner Usudullah

    usudullah

    My Photo