Translate

Hijr Calender

Al-Balad

free counters

Kumpulan Ebook Syeikh Ibnu Taimiyah

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 23.19
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Rahmatullah) adalah seorang Ulama, Mujahid dan seorang Mujadid yang sangat terkenal dikalangan Umat Islam di seluruh dunia dan massa. Sosok yang sangat tegas dan keras terhadap penyimpangan aqidah-aqidah dalam Islam. Beliau ditakuti oleh lawan dan disegani oleh kawan. Semasa hidupnya beliau banyak menulis kitab-kitab karangan beliau sendiri baik dalam keadaan tengah dipenjara maupun sebagai orang bebas. Silahkan antum mendownload kitab-kitab karangan beliau yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.

Klik judul ebooknya untuk mulai mendownload.

Hijab, Pakaian Muslim Dalam Shalat (4,82 MB)
Jalan Islam VS Jalan Setan (18 MB)
Kaidah Ahlussunnah Wal Jammah (3,13 MB)
Mukhtarat Iqtidha Ash Shirathal Mustaqim (633 KB)
Ringkasan Minhajus Sunnah (12 MB)
Risalah Baiat (6,7 MB)
Syarah Al Aqidah Al Wasithiyah (2,43 MB)

Insya Allah Bermamfaat
READ MORE - Kumpulan Ebook Syeikh Ibnu Taimiyah
Category : edit post

Mengenal Bela Diri Islam Thifan Pho Khan

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 19.40
Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.

Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.

Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam :

"Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."(ZHODAM, Syiharani*, halaman 9).

Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut :
"Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi"

Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).

Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.


Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.

Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.

Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.

Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.

Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.



Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat para raja/bangsawan).
Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.

Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia

Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).

Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, terus menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.

Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau Sumatera seperti tersebut di atas.
Pada masa SDI dan SI ada beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada masa Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.

Pada tahun 1960an gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi, begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan dan itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.

Pada masa Orba untuk pertama kalinya gerakan Keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan akhirnya tersendat kembali. Pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan tidak dibuka secara umum.

Pada tahun 1972 Thifan Po Khan mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS, walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berkembang karena beberapa kendala, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari permukaan.

Pada tahun 1980an beladiri Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda masjid.

Pada tahun 1987an berdiri lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan hukum, timbul beberapa kendala di dalamnya dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.

Sebenarnya cukup banyak orang yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana saja.[muslimdaily.net/persaudaraan TifanPhoKhan]

*Badur Ahmad Syiharani.


Inilah sang penulis Kitab Zhodam, selain itu ia juga menulis kitab Jurus ( Thifan Pokhan dan Syufu Taesyukhan ) dan juga kitab pengobatan Thifan.
Ialah tokoh yang berhasil mengumpulkan aliran Shurulkhan yang terserak dan menjadikannya 2 aliran yaitu Thifan Pokhan/ kepalan bangsawan raja thifan ( turfan ), dan syufu Taesyukhan/ gerakan bangsawan raja syufu (kasygar ).

Thifan Pokhan mengutamakan tehnik- tehnik bertarung tingkat tinggi dan kecepatan serta kelincahan gerak, hingga lebih cocok digunakan oleh orang yang bertubuh kecil ( orang tartar, han, hui ), sedangkan Syufu taesyukhan mengutamakan kekuatan dan tehnik sederhana namun efektif seperti bantingan dan cengkraman, sehingga cocok digunakan oleh orang bertubuh besar ( uighur, turki, arab ). Tetapi dalam segala sesuatu didunia selalu ada perkecualian.
Adapun mengenai tokoh ini, masih kontroversi.
Pendapat pertama bahwa tokoh ini benar adanya.
Pendapat kedua bahwa nama Ahmad Syiharani adalah nama samaran, dikarenakan faktor keselamatan dan untuk menjaga kerahasiaan.
Pendapat ketiga bahwa tokoh ini adalah samaran dari beberapa tokoh yang bersama menyusun kitab diatas.

Mengenai benar tidaknya pendapat- pendapat diatas, maka yang terpenting adalah bahwa Badur Ahmad Syiharani telah mewariskan dan mewakafkan ilmu yang berguna bagi umat manusia, khususnya umat islam
Cuma ada satu syarat yang tidak boleh dilanggar, dan tidak akan berani dilanggar, yaitu sesuai petuah para Badur Thifan di masa lalu
" Bahwa ilmu ini di wakafkan/ diberikan cuma- cuma untuk umat islam dan untuk membela islam "


Source: muslimdaily.net
READ MORE - Mengenal Bela Diri Islam Thifan Pho Khan
Category : edit post

Video Pesan Dari Mujahidin Filipina

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 00.55
Inilah link video pesan jihadi dari saudara muslim kita, mujahidin di Filipina. Silahkan ditonton dan disebarkan. Semoga Allah selalu melindungi mereka dan memenangkan mereka dari kaum kuffar. Amien...

Nonton Video Langsung (Streaming)
http://www.videozer.com/video/UDYzWG

Link Unduh Video
http://www.archive.org/details/flibin-2011-09

Source: Syumukhul Islam
READ MORE - Video Pesan Dari Mujahidin Filipina
Category : edit post

Gambar Pesan Mujahid

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 00.34

READ MORE - Gambar Pesan Mujahid
Category : edit post

Rakyat jelata dilarang nyelonong di depan Presiden

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 21.05
JAKARTA (Arrahmah.com) - Sungguh sial nasib pria berusia 65 tahun ini. Hanya gara-gara melintas di depan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dengan menuntun sepeda ontelnya yang sudah butut, ia harus diinterogasi hingga malam oleh petugas keamanan.

Aksi ‘slonong boy rakyat kecil’ yang mengagetkan Pasukan Pengamanan Presiden itu terjadi usai SBY membuka ASEAN Fair di kompleks Bali Tourism Development Corporation, Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2011) kemarin. Kejadian itu berlangsung saat Presiden sedang asyik menyaksikan akrobat pesawat.

Tiba-tiba seorang pria tua yang mengenakan seragam hijau bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melintas tepat di depan podium SBY yang berjarak hanya sekitar 5 meter.
Dia mengenakan sepeda tua dengan mengangkut karung dan kelapa di belakang sepedanya.

Padahal, sampai sekitar 100 meter dari Presiden SBY, pengamanan sangat ketat. Tapi, pria pembawa sepeda ontel yang belakangan diketahui bernama Nyoman Minta itu melenggang melintas di depan Presiden SBY.

Paspampres lalu sadar dan menyergap pria tadi. Puluhan orang menghampiri petugas kebersihan itu. Kedua tangannya dipegang erat oleh Paspampres. Bahkan, Pangdam Udayana Mayjen TNI Leonard Louk dan Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Totoy Herawan Indera langsung turun.

“Saya cuma petugas DKP pak,” kata orang itu. “Bagaimana kalau kamu teroris?” teriak salah seorang petugas keamanan. Kehebohan itu sempat mengundang perhatian semua undangan. Kondisi sudah berlangsung kondusif dan petugas kebersihan tadi masih dalam pemeriksaan aparat berwenang.

Nyoman mengaku tidak tahu jika ada Presiden SBY di lokasi yang dilintasinya. Pria asal Mumbul, Kecamatan Kuta Selatan itu mengaku biasa melintasi jalan itu setiap harinya.

“Saya tidak tahu ada Presiden,” kata Subrata saat menjalani rekonstruksi bagaimana dia bisa lolos di hadapan Panglima Kodam IX Udayana Mayjen TNI Leonard Louk dan Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Totoy Herawan Indera.

Nyoman menjalani pemeriksaan petugas dan mendapat pengawalan ketat. Dia menjelaskan bagaimana bisa dengan santainya melintas di depan SBY sambil membawa sepeda ontel penuh karung berisi kelapa.

“Saya tak diberi tahu kalau ada Presiden. Saya biasa mencari kelapa di sini,” kata dengan mimik bingung bercampur takut.

Sejak pagi hari usai insiden itu, Nyoman langsung ditahan petugas untuk menjalani reka ulang peristiwa. Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian untuk mengetahui bagaimana Nyoman bisa lolos dari pengamanan ketat di ring terdalam SBY.

Bahkan hingga Senin larut malam, Nyoman masih diinterogasi di Markas Polsek Kuta Selatan, Bualu, Bali. Terkait insiden tersebut, keluarga, tetangga, dan aparat desa menjaminkan diri agar Nyoman Minta tak ditahan.

“Saya siap menjaminkan diri. Saya yakin, dia tidak ada indikasi untuk melakukan sesuatu terhadap Presiden,” kata Wayan Solo, Lurah Tanjung Benoa, lokasi tempat tinggal Nyoman di Bali, Selasa (25/10/2011).

Nyoman Minta tinggal di Kampung Banjarceluk, Desa Mumbul, Kelurahan Tanjung Beno, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Wayan Solo dan sejumlah warga yang ada di kampung ini menolak memberitahu di mana posisi rumah Nyoman Minta.

Wayan yakin, Nyoman Minta tidak akan bertindak jahat saat melintas di depan SBY. Nyoman yang tidak bisa membaca dan menulis itu hanya melakukan pekerjaan rutin sehari-hari.

“Dia memang biasa membersihkan di situ sambil nyambit rumput. Lalu rumputnya dibawa pulang untuk pakan ternak,” kata Wayan. Nyoman Minta merupakan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan dari Bali Tourism Development Corporation (BTDC).

Gara-gara ‘salah jalan’ melewati area tempat duduk pemimpin negara kakek tua tersebut harus rela sepeda ontelnya disita untuk sementara waktu. Hal ini sungguh berbeda dengan contoh kepemimpinan jika kita membawa sirah Rasulullah.

Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin hidup layaknya rakyat jelata. Tak ada pengawalan ketat apalagi fasilitas mewah untuk para pemimpin suatu bangsa. Bahkan rakyat dengan bebasnya menyampaikan pendapat dan curhat pada memimpinnya sekalipun berada di jalan.

Mari kita tengok sejarah kepemimpinan Umar bin Khatab RA. Ketika beliau kedatangan beberapa utusan dari Kekaisaran Romawi ke kota Madinah untuk menemui Khalifah Umar bin Khattab RA. Dalam benak mereka terbayanglah sosok Khalifah Umar bin Khattab RA yang akan mereka temui adalah seorang raja yang sedang duduk di atas singgasananya dalam sebuah istana yang megah dan mewah serta dikelilingi oleh para pengawal dan pasukan yang banyak.

Namun karena mereka tidak mengetahui di mana istana Khalifah Umar, maka mereka bertanya kepada salah seorang yang mereka temui di jalan dan memintanya untuk menuntun mereka untuk menemui Khalifah Umar. Lalu sampailah mereka di suatu tempat yang terdapat sebuah pohon kurma, lalu sang penunjuk jalan berkata : “Inilah Khalifah Umar pemimpin kami yang anda ingin temui.”

Terperanjatlah para utusan itu karena yang mereka lihat adalah seseorang yang sedang tidur sendirian di bawah pohon kurma, hanya mengenakan pakaian yang sangat sederhana tanpa seorangpun pengawal di sampingnya.

Namun zaman sekarang, sepertinya pemimpin adalah sosok ‘istimewa’ sehingga sekedar melintas saja langsung dicurigai sebagai teroris. Bagaimana kalau sampai mengajukan kritikan? Bisa jadi langsung dituduh sebagai ‘aksi merongrong pemerintahan yang patut dicurigai dan dikuntit oleh agen lintelejen’. Wallohua’lam. (dbs/arrahmah.com/usudullah.co.cc)
READ MORE - Rakyat jelata dilarang nyelonong di depan Presiden
Category : edit post

Untukmu Wahai Yang Mengaku Muslimah!

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 22.12

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.


Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik sok lebay
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada,
meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku memang sok lebay. Karena aku adalah manusia yang lemah yang terserang makhluk kecil macam virus saja tubuhku sudah ambruk, manusia yang bodoh yang tidak mengetahui nasib hidupku satu detik setelah ini, manusia yang serba kurang dan punya batas waktu yang ketika waktu itu habis aku tidak bisa mengulurnya ataupun mempercepatnya

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga…

…Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat…

Manusia dibekali Islam dan Muhammad sebagai pembawa huda dan haq
Juga, manusia juga dibekali akal oleh Tuhannya
Namun, manusia diberi kebebasan memilih untuk hidupnya
Dan, there is only one choice

Untuk itulah aku memilih jalanku
Memilih jalan hidupku
Hidup yang aku dambakan
Mendamba apa yang telah dijanjikanNya
Janji yang tak akan pernah diingkari

Whatever… what they said

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Qs. Al-An’am 116).

“Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. Ar-Rum 6).
READ MORE - Untukmu Wahai Yang Mengaku Muslimah!
Category : edit post
Photobucket

Followers

Poster

FreeABB

Save Muslims Rohingya

Banner Usudullah

usudullah

My Photo