Translate

Hijr Calender

Al-Balad

free counters

Ayat - Ayat Al-Qur'an Tentang Jihad

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 06.23

Berikut ayat-ayat dalam Kitab Suci Al-Qur'an yang menerangkan perintah dan keutamaan Jihad.

Al Baqarah : 218
218. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ali Imran :145
145. sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Ali Imran :157
157. dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal[245], tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

[245] Maksudnya: meninggal di jalan Allah bukan karena peperangan.

Ali Imran : 200
200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

An Nisaa’ : 74
74. karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat[316] berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan Maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

[316] Orang-orang mukmin yang mengutamakan kehidupan akhirat atas kehidupan dunia ini.

An Nisaa’ : 76,77,84,95,104
76. orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

77. tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka[317]: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada

Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada Kami sampai kepada beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun[318].

[317] Orang-orang yang Menampakkan dirinya beriman dan minta izin berperang sebelum ada perintah berperang.
[318] Artinya pahala turut berperang tidak akan dikurangi sedikitpun.

84. Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri[324]. Kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya).

[324] Perintah berperang itu harus dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w karena yang dibebani adalah diri beliau sendiri. ayat ini berhubungan dengan keengganan sebagian besar orang Madinah untuk ikut berperang bersama Nabi ke Badar Shughra. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan supaya Nabi Muhammad s.a.w. pergi berperang walaupun sendirian saja.

95. tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk[340] satu derajat. kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk[341] dengan pahala yang besar,

[340] Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur.
[341] Maksudnya: yang tidak berperang tanpa alasan. sebagian ahli tafsir mengartikan qaa’idiin di sini sama dengan arti qaa’idiin Maksudnya: yang tidak berperang karena uzur..

104. janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Al Maidah : 35
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Al Anfaal : 60,65
60. dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

65. Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti[623].

[623] Maksudnya: mereka tidak mengerti bahwa perang itu haruslah untuk membela keyakinan dan mentaati perintah Allah. mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi Jahiliyah dan maksud-maksud duniawiyah lainnya.

At Taubah : 111,120
111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

120. tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

Al Hujurat : 15
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.

Ash Shaff :4, 11
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

At Tahrim : 9
Hai Nabi bersikap keraslah terhadap mereka. perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

Al Baqarah:258
258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang[163] yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”.[164]Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, Maka terbitkanlah Dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

[163] Yaitu Namrudz dari Babilonia.
[164] Maksudnya raja Namrudz dengan menghidupkan ialah membiarkan hidup, dan yang dimaksudnya dengan mematikan ialah membunuh. Perkataan itu untuk mengejek Nabi Ibrahim a.s.

Al Mukmin : 28 sd 44
28. dan seorang laki-laki yang beriman di antara Pengikut-pengikut Fir’aun yang Menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena Dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah Padahal Dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. dan jika ia seorang pendusta Maka Dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.

29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.

29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.

30. dan orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti Peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu.

31. (yakni) seperti Keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.

32. Hai kaumku, Sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil[1321].

[1321] Hari kiamat itu dinamakan hari panggil memanggil karena orang yang berkumpul di padang mahsyar sebagian memanggil sehagian yang lain untuk meminta tolong.

33. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk

34. dan Sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu Senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika Dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.

35. (yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka[1322]. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

[1322] Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

38. orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

39. Hai kaumku, Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.

40. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, Maka Dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab.

41. Hai kaumku, Bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?

42. (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui Padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?

43. sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat[1323]. dan Sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka Itulah penghuni neraka.

*Sumber: http://cipeh.wordpress.com/about/ayat-ayat-alquran-tentang-jihad/
READ MORE - Ayat - Ayat Al-Qur'an Tentang Jihad
Category : edit post

Jerman Tolak Pastor Terry Jones

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 11.57

Pemerintah Jerman melarang pendeta Amerika Terry Jones memasuki negara itu di tengah meningkatnya protes terhadap film anti-Islam yang dibuat di Amerika Serikat.

Seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman mengatakan pada hari Ahad (16/9) bahwa kunjungan pastor Jones akan bertentangan dengan kepentingan untuk menjaga ketertiban umum.

Sayap kanan Jerman, Pro Deutschland, mengundang pendeta yang kerap menyerang dan menistakan Islam tersebut untuk menghadiri pemutaran film anti-Islam di Berlin.

Pendeta radikal dari Florida itu menjadi perhatian publik setelah ia membakar kitab suci al-Quran di depan umum, memicu demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara. Jones juga mempromosikan film yang melecehkan Nabi Muhammad Saw dan menggambarkan Islam sebagai agama penindas.

Menteri Dalam Negeri Jerman Hans-Peter Friedrich mengatakan ia tidak akan membiarkan kelompok ekstrimis menayangkan film itu di Jerman. Ditambahkannya, kelompok dan organisasi tersebut hanya ingin memprovokasi Muslim Jerman.

*Sumber: republika.co.id
READ MORE - Jerman Tolak Pastor Terry Jones
Category : edit post

Hadits - Hadits Shahih Tentang Jihad

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 01.11

Sangat banyak sekali hadits-hadits shahih yang bertemakan JIHAD yang disabdakan oleh Baginda Muhammad Shallahu'alaihi wassalam. Ini membuktikan banyaknya keutamaan Jihad yang sekarang sudah dikesampingkan, dilupakan dan bahkan dipojokkan dengan cap lebel "aksi terorisme" oleh antek thoghut dari kaum sekuler, liberal dan pluralis (sepilis). Berikut hadits-hadits shahih tentang Jihad.


Hadits ke-1
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa mati, sedang ia tidak pernah berjihad dan tidak mempunyai keinginan untuk jihad, ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-2
Dari Anas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Berjihadlah melawan kaum musyrikin dengan hartamu, jiwamu dan lidahmu.” Riwayat Ahmad dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Hadits ke-3
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anha: Aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib berjihad?. Beliau menjawab: “Ya, jihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” Riwayat Ibnu Majah dan asalnya dalam kitab Bukhari.

Hadits ke-4
Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada seseorang menghadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam meminta izin ikut berjihad (perang). Beliau bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”. Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: “Kalau begitu, berjihadlah untuk kedua orang tuamu.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-5
Ahmad dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa dari Abu Said dengan tambahan: “Pulanglah dan mintalah izin kepada mereka. Jika mereka mengizinkan, berjihadlah, dan jika tidak, berbaktilah kepada mereka berdua.”

Hadits ke-6
Dari Jarir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Aku terlepas (tanggung jawab) dari setiap orang muslim yang tinggal di antara kaum musyrikin.” Riwayat Imam Tiga. Sanadnya shahih. Bukhari lebih menilai sebagai hadits mursal.

Hadits ke-7
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada hijrah setelah penaklukan kota Mekkah, tetapi jihad dan niat.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-8
Dari Abu Musa al-Asy’ary bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berperang untuk menjunjung kalimat Allah, maka ia berada di jalan Allah.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-9
Dari Abdullah Ibnu al-Sa’dy bahwa Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan putus hijrah selama musuh masih diperangi.” Riwayat Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-10
Nafi’ berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah menyerang banu Mushtholiq ketika mereka sedang lengah. Beliau membunuh orang yang ikut berperang dan menawan anak buah mereka. Abdullah Ibnu Umar menceritakan hal itu kepadaku. Muttafaq Alaihi. Di dalamnya disebutkan: Pada saat itu beliau mendapatkan Juwairiyah

Hadits ke-11
Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal. Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu: ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan), kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka menolak (masuk Islam), mintalah mereka agar membayar upeti. Jika mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan perangilah mereka. Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka tanggungan Allah dan Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun berilah tanggungan kepada mereka. Karena sesungguhnya jika engkau mengurungkan tanggunganmu adalah lebih ringan daripada engkau mengurungkan tanggungan Allah. Apabila mereka menginginkan engkau memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah, jangan engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak dalam menetapkan hukum kepada mereka.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-12
Dari Ka’ab Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam apabila mau mengadakan suatu peperangan, beliau menutupnya dengan masalah lain. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-13
Ma’qil Ibnu al-Nu’man Ibnu Muqarrin Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku menyaksikan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila tidak berperang pada permulaan siang, beliau tunda hingga matahari tergelincir, angin bertiup, dan pertolongan Allah turun. Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Hakim dan asalnya dari kitab Bukhari.

Hadits ke-14
Al-Sho’b Ibnu Jutsamah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang penduduk kaum musyrikin yang diserang pada waktu malam, sehingga membahayakan bagi para istri dan anak cucu mereka. Beliau bersabda: “Mereka (para istri dan anak cucu) itu termasuk mereka (kaum musyrikin) juga.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-15
Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepada seseorang yang menyertai beliau pada waktu perang Badar: “Pulanglah, aku tidak akan pernah meminta bantuan orang musyrik.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-16
Dari Ibnu Umar bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah melihat seorang perempuan terbunuh dalam satu peperangannya, lalu beliau menyalahkan pembunuhan para wanita dan anak-anak. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-17
Dari Samurah bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Bunuhlah orang-orang musyrik yang tua dan biarkanlah anak-anak muda di antara mereka.” Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi.

Hadits ke-18
Dari Ali Radliyallaahu ‘anhu bahwa mereka (kaum muslimin) beradu satu lawan satu pada waktu perang Badar. Riwayat Abu Dawud dalam hadits panjang.

Hadits ke-19
Abu Ayyub Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ayat ini sebenarnya diturunkan untuk kami golongan Anshor, yaitu firman-Nya (artinya = Dan janganlah kamu menjatuhkan diri kamu sendiri ke dalam kebinasaan). Abu Ayyub mengucapkan firman itu sebagai bantahan terhadap orang yang menyalahkan seseorang yang menyerbu barisan tentara Romawi sehingga masuk di antara mereka. Riwayat Imam Tiga. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim.

Hadits ke-20
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah membakar dan memotong pohon kurma Banu Nadlir. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-21
Dari Ubadah Ibnu al-Shomit Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah engkau berkhianat (terhadap harta rampasan perang), karena balasan bagi pelakunya ialah api neraka dan kehinaan di dunia dan akhirat.” Riwayat Ahmad dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-22
Dari ‘Auf Ibnu Malik Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam menetapkan harta rampasan perang itu bagi sang pembunuh. Riwayat Abu Dawud dan asalnya dalam riwayat Muslim.

Hadits ke-23
Dari Abdurrahman Ibnu ‘Auf Radliyallaahu ‘anhu tentang kisah pembunuhan Abu Jahal. Ia berkata: Mereka berdua (Mu’awwidz dan Mu’adz) saling berlomba memancungnya, hingga mereka membunuhnya. Kemudian mereka kembali kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan memberitahukan kepada beliau. Maka beliau bertanya: “Siapakah di antara kamu berdua yang membunuhnya? Apakah kalian sudah membersihkan pedang kalian?”. Mereka menjawab: Belum. Perawi berkata: Lalu beliau memeriksa pedang mereka dan bersabda: “Kalian berdua telah membunuhnya.” Kemudian beliau memutuskan bahwa harta rampasannya untuk Mu’adz Ibnu Amar Ibnu al-Jamuh. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-24
Dari Makhul Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memasang alat pelempar batu menghadap ke penduduk Thaif. Riwayat Abu Dawud dalam hadits-hadits mursal. Para perawinya dapat dipercaya. Hadits maushul menurut Uqoily dengan sanad lemah dari Ali r.a.

Hadits ke-25
Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memasuki kota Mekkah dengan mengenakan perisai di kepala. Ketika beliau melepaskannya, ada seseorang datang dan berkata: Ibnu Khathal masih bergantung pada tirai Ka’bah. Lalu beliau bersabda: “Bunuhlah dia.” Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-26
Dari Said Ibnu Jubair Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membunuh tiga orang pada waktu perang Badar dengan dingin (yaitu dengan mengikat mereka dan memanahnya). Riwayat Abu Dawud dalam hadits-hadits mursal dan para perawinya dapat dipercaya.

Hadits ke-27
Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah menebus dua orang laki-laki muslim dengan seorang laki-laki musyrik. Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih dan asalnya dalam riwayat Muslim.

Hadits ke-28
Dari Shahar Ibnu al-Ailah bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya suatu kaum bila mereka masuk Islam, berarti telah menyelamatkan darah dan harta mereka.” Riwayat Abu Dawud dan para perawinya dapat dipercaya.

Hadits ke-29
Dari Jubair Ibnu Muth’im Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda mengenai para tawanan perang Badar: “Sekiranya Muth’im Ibnu ‘Ady masih hidup, kemudian berbicara kepadaku tentang pelepasan orang-orang busuk ini, aku akan serahkan mereka kepadanya.” Riwayat Bukhari.

Hadits ke-30
Abu Said al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami mendapatkan beberapa tawanan yang bersuami pada perang Authas. Para shahabat kesulitan, lalu Allah menurunkan ayat: (artinya = Wanita-wanita yang bersuami haram untukmu, kecuali budak-budak yang engkau miliki-ayat). Riwayat Muslim.

Hadits ke-31
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mengirim angkatan perang, dan aku termasuk di dalamnya, menuju Najd. Mereka memperoleh rampasan unta yang banyak. Bagian mereka masing-masing dua belas unta, di tambah satu unta. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-32
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam membagi harta rampasan perang Khaibar, dua bagian untuk kuda dan satu bagian untuk orangnya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.

Hadits ke-33
Menurut riwayat Abu Dawud: Beliau membagi untuk orang dan kudanya tiga bagian, dua bagian untuk kudanya dan satu bagian untuknya.

Hadits ke-34
Ma’an Ibnu Yazid berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada tambahan bagian kecuali setelah seperlima.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Hadits shahih menurut Thahawy.

Hadits ke-35
Habib Ibnu Maslamah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku menyaksikan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi tambahan seperempat waktu berangkat (perang) dan sepertiga waktu pulang. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu al-Jarud, Ibnu Hibban dan Hakim.

Hadits ke-36
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi tambahan khusus kepada sebagian tentara yang beliau kirim, selain bagian resmi para prajurit. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-37
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah memperoleh madu dan anggur dalam peperangan kami, lalu kami makan dan tidak kami laporkan. Riwayat Bukhari. Menurut riwayat Abu Dawud: Tidak diambil seperlima darinya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-38
Abdullah Ibnu Abu Aufa Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah memperoleh makanan pada waktu perang Khaibar. Ada seseorang datang, lalu mengambil sekedarnya, kemudian pergi. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu al-Jarud dan Hakim.

Hadits ke-39
Dari Ruwaifi’ Ibnu Tsabit Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia mengendarai binatang dari harta rampasan kaum muslimin, hingga apabila telah kurus ia kembalikan kepadanya; dan jangan pula ia memakai pakaian dari harta rampasan kaum muslimin, hingga apabila telah lusuh ia kembalikan lagi kepadanya.” Riwayat Abu Dawud dan Darimy. Para perawinya tidak ada masalah.

Hadits ke-40
Abu Ubadah Ibnu al-Jarrah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sebagian orang Muslim boleh menanggung keamanan (seorang kafir) atas nama kaum muslimin.” Riwayat Abu Syaibah dan Ahmad dan dalam sanadnya ada kelemahan

Hadits ke-41
Menurut riwayat Thoyalisi dari hadits Umar Ibnu al-’Ash: “Orang (muslim) yang paling rendah boleh menanggung keamanan (seorang kafir) atas nama kaum muslimin.”

Hadits ke-42
Dalam Kitab Shahih Bukhari-Muslim dari Ali r.a: “Tanggungan keamanan orang muslim satu, boleh digunakan oleh orang yang paling rendah di antara mereka.” Ibnu Majah menambahkan dari jalan lain: “Orang muslim yang paling jauh boleh memberi (jaminan) keamanan atas nama kaum muslimin.”

Hadits ke-43
Dalam Shahih Bukhari-Muslim dari hadits Ummu Hani’: “Kami memberi keamanan kepada orang yang engkau beri keamanan.”

Hadits ke-44
Dari Umar bahwa ia mendengar Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Aku benar-benar akan mengeluarkan kaum Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, hingga aku tidak membiarkan kecuali orang muslim.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-45
Dari Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah harta benda Banu Nadlir merupakan hadta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, karena kaum muslimin tidak memranginya dengan kuda maupun kendaraan lainnya. Harta rampasan itu khusus untuk Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam yang beliau belanjakan untuk keluarganya selama setahun, dan sisanya dibelikan kuda dan persenjataan perang sebagai persiapan perang di jalan Allah. Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-46
Muadz Ibnu Jabal Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami berperang bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada perang Khaibar. Dalam perang itu kami memperoleh kambing-kambing, lalu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam membagikan segolongan di antara kami dan sisanya dijadikan sebagai harta rampasan perang. Riwayat Abu Dawud dan para perawinya tidak ada yang cacat.

Hadits ke-47
Dari Abu Rafi’ bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak menyalahi janji dan tidak menahan para utusan.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-48
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Negeri manapun yang engkau datangi, lalu engkau berdiam di dalamnya, maka bagianmu berada di dalamnya; dan negeri manapun yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka seperlima dari hasilnya adalah milik Allah dan Rasul-Nya, dan sisanya untukmu.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-49
Dari Abdurrahman Ibnu ‘Auf Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengambilnya, yaitu upeti, dari kaum Majusi Hajar. Riwayat Bukhari. Ada sebuah jalan dalam kitab al-Muwaththo’, namun munqothi’.

Hadits ke-50
Dari Ashim Ibnu Umar, dari Anas, dari Utsman Ibnu Abu Sulaiman, Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengirimkan Kholid Ibnu Walid untuk menangkap Ukaidir dari Dumatul Jandal. Lalu mereka (Kholid dan tentaranya) menangkapnya dan membawanya kepada beliau. Beliau menyelamatkan jiwanya dan berdamai dengannya dengan membayar upeti. Riwayat Abu Dawud

Hadits ke-51
Muadz Ibnu Jabal Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mengutusku ke negeri Yaman. Beliau memerintahkan kepadaku agar mengambil dari setiap orang dewasa satu dinar atau senilai satu dinar dari kain mu’afiry. Riwayat Imam Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dna Hakim.

Hadits ke-52
Dari ‘Aidz Ibnu Umar dan al-Muzanny Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” Riwayat Daruquthni.

Hadits ke-53
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jangan mendahului orang Yahudi dan Nasrani dengan ucapan salam, bila kalian bertemu dengan seorang di antara mereka usahakan ia mendapat jalan yang paling sempit.” Riwayat Muslim.

Hadits ke-54
Dari al-Miswar Ibnu Makhramah dan Marwan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam keluar pada tahun Hudaibiyah. Perawi menyebutkan hadits dengan panjang dan di dalamnya disebutkan: Inilah perjanjian perdamaian yang dibuat Muhammad Ibnu Abdullah kepada Suhail Ibnu Amar, yaitu menghentikan peperangan selama sepuluh tahun untuk menjamin keamanan manusia dan tidak boleh saling menyerang. Riwayat Abu Dawud dan asalnya dalam riwayat Bukhari.

Hadits ke-55
Muslim meriwayatkan sebagian hadits tersebut dari Anas Radliyallaahu ‘anhu dan di dalamnya disebutkan: Bahwa barangsiapa datang kepada kami (kaum kafir) dari pihakmu tidak akan kami kembalikan kepadamu dan barangsiapa datang kepadamu (kaum muslim) dari pihak kami, akan engkau kembalikan kepada kami. Maka para sahabat bertanya: Apakah baginda menulis ini, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Ya, karena barangsiapa di antara kita yang pergi kepada mereka Allah akan menjauhkan darinya dan barangsiapa di antara mereka datang kepada kita Allah akan menjadikan untuknya kelonggaran dan jalan keluar.”

Hadits ke-56
Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa membunuh kafir mu’ahad (yang telah terikat perjanjian dengan kaum muslimin), ia tidak akan mencium harumnya surga, dan harumnya surga dapat dirasakan dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” Riwayat Bukhari.

Hadits ke-57
Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mengikuti lomba kuda yang dikempiskan dari Hafaya’ dan berakhir di Tsaniyyatul Wada’, dan mengikuti lomba kuda yang tidak dikempiskan perutnya dari Tsaniiyah hingga Banu Zuraiq, dan Ibnu Umar adalah termasuk orang yang ikut berlomba. Muttafaq Alaihi. Bukhari menambahkan: Sufyan berkata: Jarak antara Hafaya’ dan Tsaniyyatul Wada’ ialah lima atau enam mil dan dari Tsaniyyah hingga masjid Banu Zuraiq adalah satu mil.

Hadits ke-58
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah memperlombakan kuda-kuda dan melebihkan jarak bagi kuda-kuda yang cukup umurnya. Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-59
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada perlombaan kecuali untuk unta, panah, atau kuda.” Riwayat Ahmad dan Imam Tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Hadits ke-60
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa memasukkan seekor kuda antara dua kuda, sedang ia tidak menjamin untuk dikalahkan (atau dimenangkan), hukumnya tidak apa-apa. Namun bila ia harus menang, maka itu termasuk judi.” Riwayat Ahmad dan Abu Dawud, dan sanadnya lemah

Hadits ke-61
Uqbah Ibnu Amir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam di atas mimbar membaca (artinya = Dan siapkanlah kekuatan dan pasukan berkuda untuk menghadapi mereka sekuat tenagamu-ayat, ingatlah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ingat bahwa kekuatan itu adalah memanah.” Riwayat Muslim.

Sumber: Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, Oleh : Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Ashqolani.
Materi: http://cipeh.wordpress.com
READ MORE - Hadits - Hadits Shahih Tentang Jihad
Category : edit post

Ayo Marah!

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 21.02

Di Indonesia, orang utan & artis tukang zina saja 'mereka' kagumi & bahkan 'mereka' bela kalau ada yang mencela!
Kalau ada partai sekuler dicela, 'mereka' marah!
Kalau Garuda Pancasila dihina 'mereka' marah!
Kalau datang Obama sang Presiden penjajah, Aliran sesat, tokoh homo & lesbi, semuanya 'mereka' bela & marah kalau ada yang mencela!

Tapi Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam sekarang dihina, 'mereka' diam seribu bahasa!
Eh malah ada yang bilang 'JANGAN MARAH'. Dimana Iman 'mereka'?

*Sumber: facebook
READ MORE - Ayo Marah!
Category : edit post
Akhirnya, Metro TV mengeluarkan PENJELASAN atas tayangan yang menampilkan TUDUHAN terhadap rohis dalam Program Metro Hari Ini Edisi 5 September. Sebelum saya mengupas isinya, patut kita sesalkan bahwa Metro TV menyampaikan PENJELASANNYA pada hari Sabtu, 15 September 2012. Kurang lebih 10 hari setelah tayangan tersebut.


Hal ini disebabkan keputusan dari teman-teman rohis untuk melakukan SERANGAN MEDIA menggunakan perangkat yang mereka miliki. Misalnya, hanya dalam waktu kurang dari 24 j am, Gerakan TuntutMetro TV Kepada Rohis Se-Indonesia di facebook saja telah mencapai lebih dari 10.000 orang. Belum lagi di group BBM, SMS Pengaduan, dan blog serta website, semuanya berisi kecaman dan ketidaksetujuan terhadap tayangan Metro TV tersebut.

Dari sini saja telah terlihat bagaimana kualitas KARAKTER media yang ngakunya punya wartawan di mana-mana ini, masa sih… setelah 10 hari baru bisa loading (dapat informasi), bahwa pemberitaan yang mereka muat mengundang kecaman publik. Jauh sekali perbandingannya jika kalau sudah memberitakan mengenai penyergapan TERDUGA teroris, hanya 1 menit berselang, udah ada breaking newsnya… atau jangan-jangan sudah tiba di lokasi lebih dahulu untuk meliput penyergapan? :D just kidding..

Baiklah, kita langsung saja. Dalam paragraf pertamanya, Metro TV menyebutkan "Sehubungan dengan maraknya twitter dan SMS yang menyampaikan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bahwa Metro TV bersalah dengan menyebut Rohis sebagai sarang teroris, dengan ini ditegaskan bahwa Metro TV tidak pernah menyebutkan hal tersebut."

Benarkah bahwa twitter dan sms yang disampaikan ke KPI oleh teman-teman rohis adalah "Metro TV menulis rohis sebagai sarang teroris"? setahu saya, format kalimat SMS yang disebarkan adalah "MENDISKREDITKAN ROHIS SEBAGAI SARANA REKRUTMEN TERORIS TANPA BUKTI YANG JELAS" dan "SAYA ANAK ROHIS DAN BUKAN TERORIS" dan "MEMBERITAKAN MASJID-MASJID SEKOLAH SEBAGAI SARANA PEREKRUTAN TERORIS" (lihat group : Gerakan Tuntut Metro TV Kepada Rohis Se-Indonesia)

Jadi paragraf pertama dari penjelasan Metro TV ini NGGAK NYAMBUNG dengan apa yang dipermasalahkan. Cukuplah ini sebagai bukti, bahwa Metro TV memang BENAR mencoba mempermainkan kata-kata dalam penjelasannya agar tidak disalahkan. Karena tidak mungkin Metro TV menulis "Metro TV tidak ada memberitakan, mendiskreditkan, dan menuduh masjid-masjid sekolah sebagai pintu masuk perekrutan teroris".. karena memang itu kenyataannya!

Metro TV bersalah karena MENGARAHKAN para pemirsa televisi untuk beropini bahwa Rohis Adalah Generasi Baru Teroris… dan bersalah karena MEMBERITAKAN bahwa masjid-masjid sekolah merupakan tempat rekrutmen teroris. Maukah mereka minta maaf untuk itu?

Dalam paragraf keempat, Metro TV menyebutkan "Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari Metro TV. Untuk itu, Metro TV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman."

Nah.. Metro TV mencoba MELEMPARKAN kesalahan kepada Profesor Bambang Pranowo. Kami katakan, bahwa baik Profesor Bambang Pranowo maupun Metro TV sama-sama bersalah! Apakah di redaksi Metro Hari Ini tidak ada orang yang berpendidikan? Sehingga bisa meloloskan infografik yang TENDENSIUS tersebut? Atau memang kalau udah urusan untuk MENYESATKAN OPINI masyarakat mengenai islam nggak perlu masuk dapur redaksi dahulu? Jangan salah paham! Namun memang begitulah opini masyarakat muslim terhadap Metro TV sejak dulu!

Dan di paragraf terakhir, Metro TV mengatakan "Metro TV kembali ingin menegaskan bahwa tidak benar jika dikatakan telah menyebutkan Rohis sebagai sarang teroris. Ketiga narasumber yang hadir juga tidak pernah menyebutkan bahwa Rohis adalah sarang teroris dalam dialog tersebut. Metro TV segera menyampaikan surat resmi dan tayangan lengkap ke KPI dan Dewan Pers. Terima kasih."

Sekali lagi, Metro TV tidak nyambung.. yang mengatakan bahwa Metro TV telah mengatakan "Rohis sebagai sarang teroris" itu siapa? Kami ingin kembali MENEGASKAN bahwa Metro TV bersalah karena MENDISKREDITKAN, MENGARAHKAN, MEMBERITAKAN, DAN PEMBODOHAN PUBLIK SERTA MENYESATKAN OPINI MASYARAKAT bahwa perekrutan teroris MASUK MELALUI PROGRAM EKSTRA KURIKULER DI MASJID-MASJID SEKOLAH!

Saya akan memberikan sebuah penjelasan yang sangatrumit.. harap diperhatikan.. konsentrasi.. saya akan mengatakan sebuah kalimat yang sungguh sulit untuk dipahami dan sangat rahasia, bahkan untuk awak media sekelas Metro TV saja tidak bisa mengetahui dan memahaminya.. ini hanya kita yang pernah sekolah yang mengetahuinya… sudah siap? Tapi janji ya! Jangan beri tau orang-orang lain.. ini rahasia kita… Baiklah… ini dia.. :

"Program ekstra kurikuler yang ada di masjid-masjid sekolah di indonesia cuma ada satu, namanya ROHIS! Kalau organisasi intra sekolah di sekolah-sekolah di indonesia, itu cuma satu, namanya OSIS! Dan kalau jenis makanan yang paling laku di jual di sekolah-sekolah di indonesia, itu namanya SOSIS!" ^_^

Jadi a pa salahnya dengan kalimat "Metro TV menyebutkan Rohis sebagai tempat rekrutmen teroris" karena kata Rohis adalah kalimat pengganti Program Ekstra Kurikuler Di Masjid-Masjid Sekolah, tau sendiri lah.. teks SMS panjang-panjang itu mahal, ank sklh mmg d'singkt-singkt klo tls sms.. dan KPI TIDAK MUNGKIN SEBODOH yang Metro TV kira, sehingga mau menyampaikan keluhan kami yang dianggap "salah" oleh Metro TV.. karena keluhan kami TIDAK salah dan benar kalimatnya.

Dan paragraf terakhir penjelasan Metro TV tersebut bisa menjadi PELAJARAN buat para tokoh yang menjadi narasumber bagi Metro TV.. bahwa Metro TV akan melemparkan kesalahan kepada anda jika terjadi sesuatu dengan dokumen-dokumen yang anda berikan… dan juga bagi para wartawan Metro TV, bahwa pimpinan anda tidak mungkin akan bertanggung jawab atas berita yang anda tulis, tapi anda akan dijadikan kambing (hitam)… mbeeeeekkk….

____________________________________

Rifki Ayyash – Pernah Masuk Rohis, Namun Mengundurkan Diri Karena Udah Mau UAN, Tapi Tetap Cinta Rohis.. Dan Bangga Pernah Masuk Rohis..
[arrahmah/www.al-khilafah.org/usudullah]
READ MORE - Tanggapan terhadap penjelasan Metro TV mengenai Rohis merekrut teroris
Category : edit post

Inilah Si Pembuat Film Anti-Islam Itu

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 09.46
Nakoula Basseley Nakoula atau yang dikenal dengan Sam Bacile dalam set pembuatan film

Identitas fisik Nakoula Basseley Nakoula atau yang juga dikenal dengan nama Sam Bacile akhirnya muncul ke publik.

Foto yang menampilkan Bacile dengan salah satu aktrisnya itu muncul satu hari setelah Bacile menjalani pemeriksaan oleh penyidik federal.

Foto tersebut diambil di sela pembuatan film Innocence of Muslim.

Dalam foto tersebut Bacile terlihat sangat bahagia. Bacile menunjukkan rona bahagianya dengan menatap ke arah Anna Gurji, salah satu aktris yang terlibat dalam film tersebut.

Para pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa pihak berwenang tidak menyelidiki proyek film tersebut, meski dampak dari film telah menyebabkan kekerasan dan penolakan di berbagai negara.

Pejabat AS beralasan, memproduksi film di Amerika Serikat dilindungi oleh undang-undang atas nama kebebasan berekspresi.

Kuasa Hukum Bacile juga menolak berkomentar atas hasil pemeriksaan Bacile.

*Sumber: republika.co.id
READ MORE - Inilah Si Pembuat Film Anti-Islam Itu
Category : edit post

Daftar Nama Para Khalifah Islam

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 00.24

Ini lah daftar nama-nama para khalifah Islam dari masa ke masa. Dimulai dari setelah wafatnya Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam yang dimana khalifah pertama Islam dipegang oleh Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq R.a. yang dimana masa 4 khalifah pertama dikenal dengan Khulafaur Rasyidin kemudin disusul kekhalifahan Islam dinasti Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan Bani Ustmaniyyah. Berikut daftar nama para Khalifah Islam dari masa ke masa beserta tahun pemerintahannya.

1. Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasyidah berdiri tepat di hari wafatnya
Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:

  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra {tahun11-13 H/632-634 M}
  • ‘Umar bin Khaththab ra {tahun13-23 H/634-644 M}
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra {tahun 23-35 H/644-656 M}
  • ‘Ali bin Abi Thalib ra {tahun35-40 H/656-661 M}
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra {tahun 40 H/661 M}



  • 2. Khilafah Bani Umayyah
    Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan {tahun 40-64 H/661-680 M}
  • Yazid bin Mu’awiyah {tahun 61-64 H/680-683 M}
  • Mu’awiyah bin Yazid {tahun 64-65 H/683-684 M}
  • Marwan bin Hakam {tahun 65-66 H/684-685 M}
  • Abdul Malik bin Marwan {tahun 66-86 H/685-705 M}
  • Walid bin ‘Abdul Malik {tahun 86-97 H/705-715 M}
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik {tahun 97-99 H/715-717 M}
  • ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz {tahun 99-102 H/717-720 M}
  • Yazid bin ‘Abdul Malik {tahun 102-106 H/720-724M}
  • Hisyam bin Abdul Malik {tahun 106-126 H/724-743 M}
  • Walid bin Yazid {tahun 126 H/744 M}
  • Yazid bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Ibrahim bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Marwan bin Muhammad {tahun 127-133 H/744-750 M}

  • Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.



    3. Khilafah Bani Abbasiya
    Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.
    Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  • Abul ‘Abbas al-Safaah {tahun 133-137 H/750-754 M}
  • Abu Ja’far al-Manshur {tahun 137-159 H/754-775 M}
  • Al-Mahdi {tahun 159-169 H/775-785 M}
  • Al-Hadi {tahun 169-170 H/785-786 M}
  • Harun al-Rasyid {tahun 170-194H/786-809 M}
  • Al-Amiin {tahun 194-198 H/809-813 M}
  • Al-Ma’mun {tahun 198-217 H/813-833 M}
  • Al-Mu’tashim Billah {tahun 618-228 H/833-842M}
  • Al-Watsiq Billah {tahun 228-232 H/842-847 M}
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah {tahun 232-247 H/847-861 M}
  • Al-Muntashir Billah {tahun 247-248 H/861-862 M}
  • Al-Musta’in Billah {tahun 248-252 H/862-866 M}
  • Al-Mu’taz Billah {tahun 252-256 H/866-869 M}
  • Al-Muhtadi Billah {tahun 256-257 H/869-870 M}
  • Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah {tahun 257-279 H/870-892 M}
  • Al-Mu’tadla Billah {tahun 279-290 H/892-902 M}
  • Al-Muktafi Billah {tahun 290-296 H/902-908 M}
  • Al-Muqtadir Billah {tahun 296-320 H/908-932 M}
  • Al-Qahir Billah {tahun 320-323 H/932-934 M}
  • Al-Radli Billah {tahun 323-329 H/934-940 M}
  • Al-Muttaqi Lillah {tahun 329-333 H/940-944 M}
  • Al-Musaktafi al-Allah {tahun 333-335 H/944-946 M}
  • Al-Muthi’ Lillah {tahun 335-364 H/946-974 M}
  • Al-Tha`i’ Lillah {tahun 364-381 H/974-991 M}
  • Al-Qadir Billah {tahun 381-423 H/991-1031 M}
  • Al-Qa`im Bi Amrillah {tahun 423-468 H/1031-1075 M}
  • Al-Mu’tadi Bi Amrillah {tahun 468-487 H/1075-1094 M}
  • Al-Mustadhhir Billah {tahun 487-512 H/1094-1118 M}
  • Al-Mustarsyid Billah {tahun 512-530 H/1118-1135 M}
  • Al-Rasyid Billah {tahun 530-531 H/1135-1136 M}
  • Al-Muqtafi Liamrillah {tahun 531-555 H/1136-1160 M}
  • Al-Mustanjid Billah {tahun 555-566 H/1160-1170 M}
  • Al-Mustadli`u iamrillah {tahun 566-576 H/1170-1180 M}
  • Al-Naashir Lidinillah {tahun 576-622 H/1180-1225 M}
  • Al-Dhahir Biamrillah {tahun 622-623 H/1225-1226 M}
  • Al-Mustanshir Billah {tahun 623-640 H/1226-1242 M}
  • Al-Musta’shim Billah {tahun 640-656 H/1242-1258 M}
  • Al-Mustanshir Billah II {tahun 660-661 H/1261-1262 M}
  • Al-Haakim Biamrillah I {tahun 661-701 H/1262-1302 M}
  • Al-Mustakfi Billah I {tahun 701-732 H/1302-1334 M}
  • Al-Watsiq Billah I {tahun 732-742 H/1334-1343 M}
  • Al-Haakim Biamrillah II {tahun 742-753 H/1343-1354 M}
  • Al-Mu’tadlid Billah I
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I
  • Al-Watsir Billah II {tahun 785-788 H/1386-1389 M}
  • Al-Musta’shim {tahun 788-791 H/1389-1392 M}
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II
  • Al-Musta’in Billah {tahun 808-815 H/1409-1416 M}
  • Al-Mu’tadlid Billah II {tahun 815-845 H/1416- 1446 M}
  • Al-Mustakfi Billah II {tahun 845-854 H/1446-1455 M}
  • Al-Qa`im Biamrillah {tahun 754-859 H/1455-1460 M}
  • Al-Mustanjid Billah {tahun 859-884 H/1460-1485 M}
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III
  • Al-Mutamasik Billah {tahun 893-914 H/1494-1515 M}
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV

  • Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar , sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.



    4. Khilafah Bani Utsmaniyyah
    Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:

  • Salim I {tahun 918-926 H/1517-1520 M}
  • Sulaiman al-Qanuni {tahun 926-974 H/1520-1566 M}
  • Salim II {tahun 974-982 H/1566-1574 M}
  • Murad III {tahun 982-1003 H/1574-1595 M}
  • Muhammad III {tahun 1003-1012 H/1595-1603 M}
  • Ahmad I {tahun 1012-1026 H/1603-1617 M}
  • Mushthafa I {tahun 1026-1027 H/1617-1618 M}
  • ‘Utsman II {tahun 1027-1031 H/1618-1622 M}
  • Mushthafa I {tahun 1031-1032 H/1622-1623 M}
  • Murad IV {tahun 1032-1049 H/1623-1640 M}
  • Ibrahim I {tahun 1049-1058 H/1640-1648 M}
  • Muhammad IV {tahun 1058-1099 H/1648-1687 M}
  • Sulaiman II {tahun 1099-1102 H/1687-1691 M}
  • Ahmad II {tahun 1102-1106 H/1691-1695 M}
  • Mushthafa II {tahun 1106-1115 H/1695-1703 M}
  • Ahmad III {tahun 1115-1143 H/1703-1730 M}
  • Mahmud I {tahun 1143-1168 H/1730-1754 M}
  • ‘Utsman III {tahun 1168-1171 H/1754-1757 M}
  • Musthafa III {tahun 1171-1187 H/1757-1774 M}
  • ‘Abdul Hamid I {tahun 1187-1203 H/1774-1789 M}
  • Salim III {tahun 1203-1222 H/1789-1807 M}
  • Musthafa IV {tahun 1222-1223 H/1807-1808 M}
  • Mahmud II {tahun 1223-1255 H/1808-1839 M}
  • ‘Abdul Majid I {tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M}
  • ‘Abdul ‘Aziz I {tahun 1277-1293 H/1861-1876 M}
  • Murad V {tahun 1293-1293 H/1876-1876 M}
  • ‘Abdul Hamid II {tahun 1293-1328 H/1876-1909 M}
  • Muhammad Risyad V {tahun 1328-1338 H/1909-1918 M}
  • Muhammad Wahiddin {th. 1338-1340 H/1918-1922 M}
  • ‘Abdul Majid II {tahun 1340-1342 H/1922-1924 M}.

  • Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.


    READ MORE - Daftar Nama Para Khalifah Islam
    Category : edit post

    Daftar Nama Nabi Palsu

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 11.31

    Inilah daftar nama-nama nabi palsu baik di masa pra Islam, masa jahiliyyah, di masa Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam, masa setelah wafatnya Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam, dan nabi palsu dari Indonesia juga tidak ketinggalan. Mereka mengklaim diri mereka sendiri sebagai nabi pembawa wahyu dari langit yang nyatanya adalah bisikan dari syeitan. Berikut nama-nama nabi palsu tersebu.

    NABI PALSU SEBELUM ZAMAN ISLAM:

    1. Zoroaster (Persia, 660-583 SM), kitab suci: Avesta. Mati terbunuh dalam perang melawan Bactria (Balkh).

    2. Marcion (Roma, ± 144 M), pembentuk gereja Marcionite dan pemahaman Marcionisme .

    3. Mani (Persia, ± 242 M), pendiri agama Manichaeisme (al-Maniwiyah). Mati dibunuh, dikuliti, dan kulitnya diisi jerami dan digantung oleh Bahram.

    4. Daishan, pendiri aliran Daishaniyah yaitu suatu aliran ber-tuhan dua di Persia dari agama Majusi.

    5. Mazdak (Persia, 487-523 M), pendiri aliran Mazdakiyah (Serba Boleh dan Semua Halal), kitab suci: Zanda. Mati dibunuh.


    NABI PALSU DI ZAMAN JAHILIYAH:

    1. Amru bin Luhayyi, (dari Kabilah Khuza’ah), orang yang pertama kali merubah agama Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi kemusyrikan dan penyembahan berhala.


    NABI PALSU DI MASA RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM:

    1. Al-Aswad al-Ansi (11 H/632 M) atau Abhalah bin Ka’ab bin Auf al-Ansi al-Madzhiji , seorang dukun dari Yaman. Mati dibunuh oleh Fairuz, kerabat istri al-Aswad.

    2. Musailamah al-Kadzdzab (usia 150 tahun, mati tahun 12 H/633 M). Memiliki pasukan 40.000 orang. Mati dibunuh oleh Wahsyi dengan tombaknya pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq.


    NABI PALSU SETELAH MASA RASULULLAH SHALA-LAHU ALAIHI WASALLAM:

    1. Sajah binti Al-Harits bin Suwaid bin Aqfan at-Tamimiyah dari Bani Yarbu (mati tahun 55 H/675 M). Seorang dukun wanita yang mengaku Nabi di zaman Abu Bakar ash-Shiddiq dan kemudian dinikahi oleh Musailamah al-Kadzdzab. Setelah Musailamah terbunuh, Sajah melarikan diri ke Irak kemudian masuk Islam dan mati dalam keadaan Islam.

    2. Thulaihah al-Asadi (mati tahun 21 H/642 M). Masuk Islam tahun 9 H, kemudian murtad dan mengaku Nabi di Nejd pada masa Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah Abu Bakar ash-Shiddiq wafat, Thulaihah bertaubat (masuk Islam) kemu-dian mati syahid dalam penaklukkan Persia.

    3. Abdullah bin Muawiyah bin Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib. Sempalan Syiah yang meyakini reinkarnasi (kembali-nya ruh orang yang sudah mati) dari satu orang ke orang lain. Dia mengaku Tuhan dan Nabi sekaligus.

    4. Al-Mukhtar bin Abi Ubaid (Thaif, 622-687 M/67 H), pe-nganut Syiah yang mengaku Nabi dan mendapat wahyu. Dia adalah saudara iparnya Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Mati dibunuh oleh Mush’ab bin Az-Zubair di Harura.

    5. Mirza Ali Mohammad (abad 19). Pendiri agama Babisme dan penganut Syiah, dihukum mati oleh pemerin-tah Iran tahun 1843.

    6. Mirza Husein Ali. Pendiri agama Bahaisme (pengganti Babisme) dan penganut Syiah. Mengaku Nabi tahun 1862 dan mati tahun 1892, kemudian dilanjutkan oleh anaknya, Abbas Efendy yang berpusat di Chicago.

    7. Mirza Ghulam Ahmad (India 1835-1908). Pendiri agama Ahmadiyah. Kitab suci: Tadzkirah. Mati terkena wabah penyakit kolera.

    8. Rashad Khalifa (Mesir, 1935-1990), penganut Tasawuf dan perintis Ingkarus Sunnah. Mati dibunuh oleh pengikutnya dengan disembelih dan ditusuk-tusuk dengan pisau dapur.

    9. Asy-Syaikhah Manal Wahid Manna, wanita tersebut mulai melontarkan kesesatan sejak tahun 1995. Dan dipenjara oleh pemerintahan Mesir.

    10. Tsurayya Manqus, seorang wanita peneliti, cendekiawan dalam bidang sejarah dari Yaman.

    11. Muhammad Bakri, asal Yaman dan dibunuh oleh pengikut-nya, kemudian disalib di atas papan kayu.

    12. Muhammad Abdur Razak Abul ‘Ala, asal Sudan. Bekerja sebagai tukang jahit di Kairo.

    13. Dan masih ada beberapa Dajjal yang mengaku Nabi dari berbagai negara lainnya seperti di Sudan, Saudi Arabia, Mesir, Libanon dan lainnya.


    NABI-NABI PALSU DI INDONESIA:

    1. Ahmad Musaddeq atau H. Abdul Salam (Lahir Jakarta, 1942), mengaku menjadi Nabi tanggal 23 Juli 2006. Pemim-pin Al-Qiyadah Al-Islamiyah di rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kitab suci: Al-Qur’an dengan pemahaman sendiri. Mengaku bertaubat tanggal 9 November 2007.

    2. Lia Aminuddin, pendiri agama Salamullah. Mengaku mendapat wahyu dari malaikat Jibril dan mengklaim dirinya Nabi dan Rasul serta Imam Mahdi. Divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

    3. Ahmad Mukti, putra dari Lia Aminuddin yang dianggap sebagai Nabi Isa.

    (Diambil dari buku “Nabi-nabi Palsu dan Para Penyesat Umat” oleh Hartono Ahmad Jaiz. Printed by Maktabah Salman 2008)

    Sumber: Facebook Abu Fahd NegaraTauhid


    *Ket: Daftar nabi palsu diatasn dibuat pada tahun 2008 dan tidak menutup kemungkinan sudah mengalami penambahan. Wallahu'alam.
    READ MORE - Daftar Nama Nabi Palsu
    Category : edit post

    Al Bidayah Wan Nihayah "Masa Khulafa'ur Rasyidin"

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 11.32

    Kitab Al Bidayah Wan Nihayah karangan Ibnu Katshir mengisahkan masa Khulafa'ur Rasyidin, yaitu Sayyidina Abu Bakar as-Shiddiq, Sayyidina Umar bin Khattab al-Faruq, Sayyidina Utsman bin Affan adz-Dzunura'in dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamullahwajha Radhiallahu'ahumma. Berkisah masa sebelum masuk Islamnya 4 Khalifah Islam, dan bagaiman mereka masuk Islam, Ciri fisik dan karakter khas mereka, jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan dan penyebaran ajaran Islam hingga kisah bagaimana para 4 Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk Syurga ini wafat. Semuanya terangkup dalam kitab Al Bidayah Wan Nihayah ini. Perluas wasasan sejarah antum tentang Islam dengan membaca sejarah orang-orang yang telah sukses mengamalkan ajaran Islam yang kaffah.

    ibnu-katsir-al-bidayah-wan-nihayah.rar - 2.4 MB
    READ MORE - Al Bidayah Wan Nihayah "Masa Khulafa'ur Rasyidin"
    Category : edit post

    Bala Tentara Dajjal Telah Muncul !!!

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 08.23

    Bala tentara Dajjal sudah dimuncul dan dipersiapkan di negara zionis Israel. Benarkah? Pertanyaan ini muncul ketika negara zionis ini memperkenalkan brigade elit Israel yang diberi nama "Kfir" yang merupakan bagian dari brigade elit Israeli Defenses Force (IDF). Brigade "Kfir" ini dibentuk sebagai "900th Brigade" atau Brigade ke-900 yang masuk dalam unik paling elit dari satuan infanteri IDF di bawah Kementerian Pertahanan Israel. Brigade Kfir ini berada di bawah pengawasan komando Divisi 162 (Utzvat Haplada). Aslinya brigade ini mempunyai nama "KFR", tapi dikarenakan sistem huruf Ibrani (Hebrew) tidak mengenal huruf hidup maka jadilah penyebutannya ke "Kfir".

    Pasukan elit zionis Israel ini merupakan kesatuan anti teroris yang paling efektif di negara zionis tersebut. Bukan itu saja, Sebuah perusahaan penerbangan Israel yang bernama IAI telah bekerja sama dengan agen pemerintahan Israel, juga telah meluncurkan pesawat tempur yang juga diberi nama "Kfir"





    Mereka para zionis Israel sudah tahu benar dengan arti kata Kfir tersebut. Mereka menyombongkan diri mereke dengan menamakan dirinya Kafir (tidak percaya Tuhan) ataukan ada alasan lainnya? Ini lah mereka yang mengikuti ciri-ciri pemimpin yang tengah mereka nanti-nati kemunculannya, Dajjal. Karena salah satu ciri fisih dajjal terdapat aksara arab "Kaf, Fa', Ra" atau Kafir yang terdapat pada jidatnya.

    Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang Nabipun yang diutus oleh Allah, melainkan ia benar-benar memberikan peringatan kepada umatnya tentang makhluk yang buta sebelah matanya serta maha pendusta. Ingatlah sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya Tuhanmu ‘Azzawajalla semua itu tidaklah buta sebelah mata seperti Dajjal. Di antara kedua matanya itu tertulislah huruf-huruf kaf, fa’, ra’ -yakni kafir.” (Muttafaq ‘alaih)

    Sejatinya para pengikut dajjal tidak mempercayai Tuhan dan anti Tuhan. Bahkan dalam Kristen mereka para pengikut dajjal disebut anti-crist karena tidak mempercayai Tuhan dan lebih mempercayai akan kekuatan setan, dajjal atau lucifer. Dan para pengikut setia dajjal adalah dari golongan kaum Yahudi Isfahan yang berjumlah 70.000 orang, ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam.

    Dari Anas r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Yang mengikuti Dajjal dari golongan kaum Yahudi Isfahan itu ada sebanyak tujuh puluh ribu orang. Mereka itu mengenakan pakaian kependetaan.” (Riwayat Muslim)

    Para pengikut dajjal ini tahu benar kalau kedatangan sang pemimpin mereka telah dekat waktunya, maka dari itu mereka sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri guna menyambut si pembawa fitnah terbesar di muka bumi ini. Untuk itu sudah saatnya pula bagi kita umat Islam jangan lalai lagi, kuatkan persatuan, susun shaf dan selamatkan diri dan iman kita dari pembawa fitnah terbesar ini. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pernah bersabda.

    Dari Ummu Syarik ra bahwasanya ia mendengar Nabi s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya sekalian manusia itu sama melarikan diri dari gangguan Dajjal yaitu ke gunung-gunung.” (Riwayat Muslim)

    Rasulullah memerintah kita untuk menyelematkan diri dan keimanan kita dari fitnah sang dajjal ini dan tidak lah kita diperintah untuk menjumapinya baik untuk melihat, mendebat bahkan memerangi akibat sangat kuatnya fitnah yang dibawa oleh laknatullah ini. Wallahu'alam
    (Usudullah)
    READ MORE - Bala Tentara Dajjal Telah Muncul !!!
    Category : edit post

    Kata-kata Bijak yang Koplak! Dasar Koplak!

    Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 12.56

    Kemampuan yang paling hebat, dan juga paling mengerikan dari para filsuf, sastrawan, dan penulis amatiran (seperti saya), adalah merangkai kata-kata.. Kemampuan persuasi, yang bisa membuat hal-hal yang sebenarnya koplak, terlihat bijak.. Suatu hal-hal yang jelas salah pun, akan bisa terlihat luar biasa benar, luar biasa masuk akal lengkap dengan argumen yang indah dan berbunga-bunga, yang kedengarannya muncul dari seorang bijak berjanggut yang sedang bersemedi di bawah pohon, lengkap dengan kicauan burung di latar belakang..

    Kata-kata bijak berikut ini, saat pertama anda membacanya, anda mungkin akan manggut-manggut setuju, hati anda tersentuh, bahkan mata anda akan berkaca-kaca sambil menghela napas panjang sambil membatin: ‘iya juga yaa..’ Benarkah itu bijak? Yuk kita kritisi..

    “Kita tidak perlu menghakimi keburukan orang lain.. Biarlah itu urusan dia dengan Tuhannya.. Hanya Tuhan yang tahu mana yang paling benar. Hanya Tuhan lah yang berhak menghakimi, di akhirat kelak..”

    Wow, wow, wow, tunggu dulu.. Jika saja hanya Tuhan yang berhak menghakimi, mari kita bubarkan semua lembaga peradilan, karena manusia tidak berhak menghakimi bukan? Mau orang korupsi, mencuri, menjadi gay dan lesbian, menghina agama, bahkan membunuh orang lain, biarkan saja.. Toh kita tidak berhak menghakimi orang lain kan? Hanya Tuhan yang berhak. Jadi jika ada polisi yang coba mendenda kita karena buang sampah atau merokok sembarangan di Singapura, tampar saja si sok tahu itu, dan katakan: “hanya Tuhan yang berhak menghakimi saya!!” Jika kita hanya membiarkan Tuhan yang mengadili semua keburukan-keburukan manusia di dunia, kita tidak perlu hukum lagi, dan mari kita kembali ke zaman batu (bahkan manusia zaman batu pun punya peraturan). Atau kita ikuti saja kata-kata teman saya: “Lemah teles, Gusti Alloh seng mbales..”

    “Kenapa kita ribut-ribut masalah yang sepele sih? Pornografi diributin, penulis buku yang mempromosikan lesbi dihalangin.. Lady Gaga diributin.. Mendingan urusin tuh koruptor, mereka yang lebih berbahaya bagi bangsa kita ini..”

    Weks.. Ini sih sama saja dengan: “Ngapain kita tangkap orang yang nyolong sandal, tuh yang maling motor aja dikejar..”. Lha perbuatan buruk, besar atau kecil, tetap harus dihalangi.. Jika orang tersebut menentang pornografi, bukan berarti dia diam saja terhadap koruptor kan? Bukankah lebih baik kita menjaga dari keduanya.. Katakan: say no to pornografi dan korupsi! Dua-duanya, menurut saya, cepat atau lambat, akan menghancurkan negara ini.. bahkan masyarakat barat sendiri pun cukup resah dengan pornografi, koq malah kita mendukungnya?

    “Tuhan itu maha kuasa, maha agung, maha besar. Jadi ga perlu dibela. Jika kalian membentuk gerakan untuk membela agama, itu sama saja dengan kalian melecehkan kekuasaan dan kekuatan Tuhan. Tuhan ga perlu dibela..”

    Weleh, tunggu sebentar.. Organisasi-organisasi agama yang dibentuk selama ini, dari agama manapun, didirikan untuk membela Tuhan, atau untuk kepentingan para pemeluk agama? Organisasi tersebut dibentuk untuk mengurusi, menyuarakan, dan mengakomodasi kepentingan para penganutnya.. Jika organisasi tersebut bertujuan melindungi kepentingan para anggotanya, kenapa dituduh sedang berusaha membela Tuhan? Saya koq tidak ingat ada organisasi agama yang visi dan misi organisasinya adalah: “untuk membela Tuhan di muka bumi..”

    “Kenapa sih anti banget dengan seks bebas? Anti banget dengan rok mini? Padahal diam-diam toh suka nonton film porno, doyan seks juga, suka melototin paha juga.. Dasar otaknya aja yang kotor.. Bersihin tuh otaknya, jangan urusin pakaian orang lain.. Kalau otaknya bersih dan imannya kuat, mau ada yang telanjang di depannya juga ga akan tergoda.. Gak usah munafik dan sok suci deh..”

    Lhaaa… Sebentar… Kelompok yang anti seks bebas bukan berarti mereka ga doyan seks ya.. Yang menjadi penentu adalah bagaimana cara kami menyalurkan hasrat kami.. Kami tentu saja suka seks, menikmati seks, tapi dengan pasangan kami, dengan cara yang bertanggung jawab.. Seks merupakan rahmat Tuhan, tapi nikmatilah secara bertanggung jawab.. Jika kami memang maniak seks yang suka meniduri semua makhluk yang berkaki dua, tentu saja kami dengan senang hati mendukung seks bebas.. Itu berarti kami makin bebas meniduri berbagai macam wanita tanpa harus pusing mikirin pampers dan susu, karena, dengan menyebarnya paham seks bebas, makin banyak wanita yang bersedia kami manfaatkan (dan kami tiduri), kemudian kami tinggalkan setelah puas..

    Otak kami yang kotor? Ayolah, jika saja para lelaki diciptakan tanpa nafsu, maka sudah lama manusia punah.. Sudah kodratnya laki-laki akan tergerak nafsunya jika melihat paha wanita.. Jika ada lelaki yang dengan gagah berani bilang tidak tergerak nafsunya saat melihat paha wanita cantik, itu hanya omong kosong agar semakin banyak wanita yang memamerkan pahanya dengan senang hati.. Rok mini, memang diciptakan untuk memancing perhatian (dan nafsu) para lelaki.. Jika kami memang berfikiran kotor dan tak bisa menahan iman, tentu kami akan turun ke jalan untuk mendukung semua wanita memakai rok mini.. Makin banyak wanita yang bisa memuaskan nafsu kotor kami.. Jadi, siapakah yang berfikiran kotor dan tidak bisa menahan iman? Para lelaki yang menentang rok mini, atau pendukungnya? Para penentang seks bebas, atau pendukungnya?

    Propaganda, seringkali seperti pelacur, menggunakan riasan tebal dan indah untuk menutupi kebusukan di baliknya..

    Saya pernah tinggal di kos-kosan di Yogya, yang anak-anaknya terdiri dari berbagai macam aliran: agnostik, atheis, kejawen, liberal, penyembah keris, bahkan ada begitu bingung, sehingga akhirnya mengaku sebagai komunis relijius…

    Dengan beragamnya fikiran yang pernah kami perdebatkan, diiringi menyeruput kopi dan menghisap rokok, fikiran saya dijejali dengan berbagai macam aliran lengkap dengan argumen yang luar biasa indah.. Mungkin itu yang membuat saya jadi terlatih mengasah logika, sambil garuk-garuk kepala, dan selalu mencoba melihat jauh ke balik kata-kata nan indah itu.. Nih, kata-kata bijak yang lagi trend saat ini:

    “Lady Gaga koq diributin.. Apa bedanya dengan yang sudah ada di Indonesia? Penyanyi Indonesia juga banyak tuh yang seronok. Tuh penyanyi dangdut seronok masuk sampai ke kampung-kampung, ditonton anak-anak. Jika mau adil, yang seperti itu juga dilarang dong..”

    Lha para pendukung kebebasan itu memangnya selama ini mendukung pelarangan pornografi sampai ke kampung-kampung? Dulu saat Inul banyak yang menentang, kaum liberalis juga menggunakan dalil yang sama: ‘yang lain juga dilarang doong’. Protes soal chef Sarah Quin (betul ga ya namanya?), juga ditentang dengan alasan: ‘dia ga sengaja tampil seronok koq’. Jika tempat-tempat maksiat digerebek, katanya menghalangi orang cari nafkah. Jika penyanyi dangdut seronok itu diprotes masyarakat sekitar, dijawab: urus dosa masing-masing, kalau ga suka ya ga usah nonton.. Bahkan di saat semua itu berusaha dikurangi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi, banyak yang menjerit-jerit: “jangan memasung kebebasan berekspresi!” Intinya kan sebenarnya: “Jangan larang kami melakukan pornografi dan pornoaksi, di tingkat manapun! Mau kami menari bugil sambil mutar-mutarin baju di atas kepala di genteng rumah kami, yo jangan protes!” Jadi, kenapa membanding-bandingkan Lady Gaga ama Keyboard Mak Lampir? (julukan para pedangdut seronok di daerah kami..). Toh dua-duanya sebenarnya kalian dukung, atas nama kebebasan berekspresi? Kami, malah sedang berusaha menentang dua-duanya..

    “Kita hidup dlm masyarakat yg sangat plural, sehingga setiap individu hendaknya bebas memilih & menjalankan apapun prinsip hidupnya (termasuk mendukung Irshad Manji atau Lady Gaga), lalu semuanya saling menghormati dlm segala perbedaan pilihan tsb”

    Hmm.. Bijak dalam teori, kacau balau dalam praktek. Jika saja semua individu bebas menjalankan prinsip hidupnya, maka kita ga perlu nunggu suku Maya meramalkan akhir dunia. Bisa dibayangkan, jika banyak orang yang mendukung Sumanto, lalu menjalankan prinsip hidupnya sebagai kanibal, maka ayam goreng Kentucky ga bakal laris lagi, dan banyak orang yang nenteng-nenteng pisau daging dan botol merica di jalanan.. Atau, jika banyak orang yang mendukung Amrozi, kemudian menjalankan prinsip hidupnya sebagai pelaku bom bunuh diri, maka terminal bus way yang paling sesak pun akan bubar dalam 5 detik (termasuk penjaga tiketnya) begitu ada lelaki menyandang ransel datang mendekat..

    Ya, ya saya tahu.. Argumen saya di atas pasti akan berusaha dimentahkan dengan argumen: “yang penting kan ga merugikan kalian” dalam bentuk kata-kata bijak nan koplak berikut:

    “Apa salahnya dengan pornografi? Atau lesbi? Atau perbuatan-perbuatan maksiat lainnya? Toh ga merugikan anda. Jika anda tidak suka, ya ga usah ditonton, ga usah diikuti. Jika takut anak anda terpengaruh, ya perkuat pendidikan iman anak-anak anda. Kalau iman sudah kuat, mau 1000 Lady Gaga datang ke Indonesia, iman kita (dan anak-anak kita) tidak akan terpengaruh..”

    Hellooo.. Kita memang makhluk individu, tapi kita juga makhluk sosial. Setiap tindakan kita, sekecil apapun, akan berpengaruh terhadap lingkungan kita. Contoh gampangnya, kenapa kita protes sama tetangga kita yang buang sampah ke kali? “Toh sampahnya sampah dia sendiri (ya mana mungkin dia dengan ikhlas buangin sampahnya ente), kalinya bukan milik mbahmu, lantas kenapa ente yang sewot?” Lha memangnya kalo banjir, banjirnya muter-muter dulu cari siapa bajingan yang membuang sampah, lalu terus menyerbu menggenangi rumah tetangga anda saja sampai setinggi kepala?

    Ok kita tidak suka perbuatan-perbuatan maksiat, dan kita berhasil menghindarinya. Lalu kita juga menanamkan iman yang kuat ke anak-anak kita, dan juga berhasil. Dan kita teriak ke luar sana: “Maree seneee Lady Gaga, Freddy Mercury, Jhon Kei dan Mak Lampir jadi satu!! Iman saya dan keluarga saya dah kuat koq!” Tapi sekian tahun ke depan, tiba-tiba ada anak tetangga kita yang kecanduan pornografi, lalu tidak tahan, dan akhirnya memperkosa anak perempuan kita.. Atau ada orang yang mabuk karena alkohol dan narkoba, lalu menabrak seluruh keluarga kita yang sedang jalan-jalan di trotoar.. Atau anak perempuan kita hilang, diculik sindikat yang menjualnya ke prostitusi.. Atau anak lelaki anda disodomi keluarga jauh anda.. Atau seorang pecandu merampok dan membunuh anda karena butuh uang untuk beli sabu.. Sama seperti banjir, ekses negatif dari perbuatan maksiat, tidak akan pernah pilih-pilih siapa korbannya, baik anda berbuat maksiat atau tidak..

    Benar, bahwa kita tidak salah 100%, tapi, sebenarnya, kita tetap punya andil dalam hal itu. Kita sukses memperkuat iman keluarga kita, tapi kita abai dengan lingkungan kita. Itulah kenapa dalam Islam ada seruan: “amar makruf, nahi munkar”. Menyeru kepada kebajikan, mencegah kemungkaran. Jika kita mengabaikan kemunkaran di lingkungan kita, dengan prinsip: “urus dosa masing-masing”, yakinlah, cepat atau lambat, kita akan memetik hasilnya…

    Masih enggan untuk amar makruf nahi munkar?

    “Beri saya 10 media massa, maka saya akan merubah dunia..”

    Saat ini, sungguh naif jika kita percaya media mainstream akan memberikan opini yang netral dan berimbang terhadap semua hal. Mereka akan memberikan opini yang sesuai dengan kepentingan sang pemilik (gimana kalo pemiliknya adalah Ryan Jagal?). Sungguh sangat berbahaya jika kita menganggap semua yang diberitakan media adalah berita yang 100% benar, tanpa berusaha mengkritisi dan mencari berita dari sudut pandang lain sebagai penyeimbang. Yuk, kita kritisi kata-kata bijak penutup ini..

    “Menonton atau membaca pornografi, kekerasan, atau apapun tidak akan mempengaruhi saya. Toh semua manusia dibekali filter untuk menyaring, dan otak untuk berfikir. Jadi mau saya baca atau tonton ribuan kali pun , tidak akan merubah pendirian saya.. Satu kali nonton konser lady Gaga tidak akan membuat yg nonton jd pemuja setan dan lesbian kan?”

    Hohohoho.. Yuk kita bandingkan keadaan sekarang dan keadaan 20 tahun yang lalu, tahun 80-90an. Zaman dulu, seks bebas di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Untuk kaum remaja saat itu, bergandengan tangan di depan umum saja, sudah menimbulkan ledekan yang membuat sang pelaku ingin menceburkan diri ke selokan terdekat. Lihat anak-anak sekarang? Mungkin anda sendiri yang dengan sukarela akan menceburkan diri ke selokan terdekat saat melihat gaya mereka berpacaran. Bahkan sekarang mereka dengan senang hati menyebarkan prilaku mereka dalam bentuk video yang jumlahnya mulai menyaingi produksi film porno Amerika dalam setahun.. Kenapa bisa bergeser? Apa anda kira para orang tua dan guru lah yang menanamkan dogma: “Anakku, kamu harus rajin-rajin seks bebas yaa, biar dapat rangking.. Yuk kita memasyarakatkan seks bebas dan menseks bebaskan masyarakat..”?

    Jadi, siapa yang mengajari mereka? Jawabannya sederhana: media massa. Selama berpuluh-puluh tahun mereka menggempur otak bawah sadar kita dengan berbagai film, buku, berita, cerita, sinetron, dan lain-lain yang secara sangat halus menyiratkan: “Seks bebas itu hal yang biasa aja cooy.. Anak gaul, malu dong jika masih perawan di usia 18. Tuh, banyak artis idola kamu yang melakukannya.” Memang benar 1000 kali membaca, atau 1x nonton Lady Gaga belum tentu merubah kita.. Tapi, pesan-pesan itu ditanamkan selama berpuluh-puluh tahun, dalam bentuk jutaan pesan per tahun, dari berbagai arah, terhadap anda dan keluarga anda. Yakin anda dan keluarga anda tidak terpengaruh sedikitpun?

    Siapa yang paling mudah bobol? Tentu saja anak anda. Anda kira, kenapa iklan McDonald dan rokok mengarah kepada anak-anak dan remaja? Karena merekalah berada dalam fase yang labil dan paling mudah dipengaruhi, dibandingkan orang tuanya. Saat mereka menjadi dewasa dan lebih bijaksana, rokok, junkfood dan seks bebas itu sudah menjadi kebiasaan mereka, candu mereka, sehingga mereka akan sangat sulit meninggalkannya, walau akhirnya paham kerusakan macam apa yang ada dibaliknya.

    “Tetap ngga ngaruh maaas, iman gue kan KW1″ Mungkin. Tapi, sedikit banyak, anda akan terpengaruh. Anda akan menjadi permisif: “Biar ajalah orang lain melakukannya, yang penting aku tidak.. Toh banyak yang melakukan, dan itu bukan urusanku”. Itulah yang menjadi target selanjutnya: menanggalkan kontrol sosial anda.. Jika laju ‘cuci otak’ ini terus berlanjut, sepuluh tahun ke depan, jangan heran jika akhirnya kitalah yang mengekspor video porno ke Amerika dan masyarakat Amerika lah yang nonton konser Iwak Peyek Tour 2022..

    “Jangan melihat siapa yang mengatakan dong. Kalau mau mengkritisi, kritisi gagasannya, kata-katanya, fikirannya. Jangan kritisi pribadi dan kelakuannya (bahasa alaynya: ad hominem).”

    Oalaaah.. Saya beri contoh kasus ringan. Misalnya, kata-kata ini diucapkan dua orang yang berbeda: “Saya akan memajukan bangsa Indonesia. Saya akan berjuang menciptakan budaya bebas korupsi, pola hidup sederhana, dan mengikis habis kebohongan birokrat dan legislatif” Yang pertama, diucapkan oleh Buya Hamka. Satu lagi, diucapkan Angelina Sondakh. Saya rasa, yang pertama membuat anda manggut-manggut percaya, dan yang kedua membuat anda setengah mati menggigit bibir, lalu terguling karena tertawa terbahak-bahak.. Kenapa kata-kata yang sama persis, dengan nada sama persis, tapi diucapkan oleh dua orang yang berbeda, hasilnya bisa berbeda? Setiap kata-kata, sebijak apapun, selalu ada motif dibaliknya. Dan motif itu, sangat terkait dengan pribadi orang yang mengucapkannya. Jadi, kenapa kita tidak boleh mengkritisi pribadi yang mengucapkannya?

    Jika anda ingin minta pendapat tentang gaya rambut, anda bertanya kepada penata rambut, atau ke tukang las? Jika saya bilang “lha masa tukang las mengerti soal gaya rambut”, apa itu ad hominem?

    Kasus Irshad Manji adalah contoh lain yang gamblang tentang hal itu. Dia dibesar-besarkan media sebagai seorang reformis muslim yang berusaha mencerahkan umat Islam. Tapi di dalam bukunya, ia membantah prinsip-prinsip Islam sendiri dengan cara mempromosikan lesbian, gay dan transgender, menghina jilbab, bahkan meragukan kesempurnaan Al Quran.. Jika kita mengkritisi pribadinya yang lesbian (dan tentu saja ia akan berjuang keras agar lesbian dihalalkan dalam Islam) dan mengkritisi sikapnya yang meragukan Al Quran, di mana salahnya? Bukankah kita memang selalu menilai siapa yang berbicara, bukan hanya apa yang ia ucapkan? Bagaimana mungkin dia seorang muslim, jika ia meragukan Al Quran? Itu kan sama saja dgn ia mengaku lesbian, sambil menyatakan lagi jatuh cinta dgn Rhoma Irama.. Lha kenapa jika kami meragukan keislamannya, tiba-tiba muncul teriak-teriak histeris “Ad hominem! Ad hominem!?”

    Nah, kata bijak terakhir ini, mungkin adalah yang paling masuk akal, dan paling sulit dibantah. Tapi mungkin juga, inilah kata-kata bijak yang paling koplak..

    “Di masyarakat yang plural ini, janganlah ada pemaksaan kehendak. Biarlah setiap orang melakukan pilihannya sendiri, tanpa paksaan. Sesuatu yang dipaksa itu pasti tidak baik. Nilai yang dianut setiap orang berbeda, jadi jangan paksakan nilai yang kamu anut terhadap orang lain.. Jangan jadi tirani mayoritas..”

    Sulit membantahnya kan?

    Pertama-tama, saya tanya dulu: apakah sebagian besar dari kita memang dengan sukarela masuk kerja jam 8 dan pulang jam 5 atau bahkan lembur? Apakah memang kita yang memohon-mohon agar jatah cuti kita setahun cukup dua minggu? Apa anda memang luar biasa ikhlas dengan jumlah gaji anda sekarang? Jika tidak, kenapa anda tidak coba mengatakan kepada atasan anda sekarang:”Maaf pak, sebenarnya saya menganut paham bahwa kerja itu hanya 3 jam sehari, cuti 6 bulan dalam setahun, dengan gaji minimal 30 juta. Jadi, jangan paksakan kehendak bapak..”

    Apa anda dulu saat remaja belajar dengan sukarela, ikhlas bin legowo?

    Semua hukum dan undang-undang, apalagi dalam alam demokrasi, pada prinsipnya, adalah pemaksaan kehendak, dari sebagian besar masyarakat yang sepakat, kepada masyarakat lainnya yang tidak sepakat. Memangnya semua orang setuju dengan UU tentang Narkotika? Atau UU tentang Korupsi? Atau bahkan UU Pajak? Apa anda kira semua wajib pajak memang sudah gatal setengah mati ingin membayar pajak sebesar itu? Lha kenapa kaum liberal ga pernah menjerit-jerit di jalanan: “Jangan paksakan kehendak! Biarkan mereka bayar pajak seikhlasnya..”

    Jadi kenapa, saat ada penduduk di suatu daerah setuju untuk memberlakukan perda anti prostitusi, perjudian dan miras, dengan hukuman cambuk bagi pelakunya, kaum liberal tiba-tiba lantang berteriak “Itu melanggar HAM!”. Anda kira memenjarakan orang itu tidak melanggar HAM nya untuk hidup bebas merdeka? Dan kenapa, ketika RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi berusaha disahkan, tiba-tiba saja prinsip demokrasi berdasar suara terbanyak dianggap sebagai tirani mayoritas? Jika memang begitu, ga ada salahnya dong jika para pecandu narkoba dan miras ramai-ramai naik xenia untuk demo di jalanan dan berteriak “Jangan jadi tirani mayoritas! Kalian sudah melanggar HAM kami untuk ajeb-ajeb sampai pagi..”.

    Jika saja setiap undang-undang harus disepakati semua orang dulu baru bisa disahkan, maka kita tidak akan pernah punya undang-undang satu pun. Yang tidak boleh, adalah memaksa dengan kekerasan. Jika sudah banyak yang setuju, dan memang UU itu demi kebaikan bersama (sama seperti kita dipaksa belajar saat remaja), di mana salahnya?

    Penutup

    Jujur, saya tidak membenci orang-orang liberal. Beberapa teman-teman dekat saya adalah orang liberal. Dan saya tahu, beberapa dari mereka, memang yakin bahwa yang mereka perjuangkan adalah demi kebaikan bangsa.. Tapi, banyak juga di antara mereka yang hanya ingin menciptakan lingkungan yang tepat, untuk melampiaskan nafsu mereka..

    Tapi, saya koq sama sekali tidak sreg melihat arah menuju kebebasan yang mulai sangat kebablasan ini. Lihat generasi muda kita. Terus terang, jika melihat gang motor melintas yang membuat saya ngeri, video porno remaja yang terbit seminggu sekali, anak-anak SD di warnet yang saling memaki sambil mendownload lagu “selinting ganja di tangaaan…”, remaja yang membentak ibunya, siswa SMP menjual diri demi beli handphone, dan penjual narkoba yang jauh lebih banyak daripada indomaret, saya kadang-kadang pingin kemas-kemas dan pesan tiket ojek sekali jalan ke Timbuktu. Bukan ini lingkungan yang saya bayangkan bagi saya dan anak-anak saya kelak.. Dan saya bisa bayangkan masa depan negara kita jika para remaja yang seperti ini yang menjadi para pemimpin kita kelak..

    Lantas apa yang bisa kita lakukan? Mengharapkan media mainstream untuk mendidik remaja kita, sama saja seperti mengharapkan Lady Gaga mengisi kuliah subuh. Mereka lah yang menolak paling keras dan berjuang menggiring opini masyarakat setiap kali kita ingin negara mengendalikan mereka. Kadang-kadang, saya merasa, mereka lah yang menjadi lembaga superbody. Dan ingatlah: para wartawan media, adalah karyawan, yang tunduk pada kehendak majikan mereka.

    Jurnalisme warga seperti kompasiana, forum-forum seperti kaskus, blog-blog, dan media-media online lainnya, mungkin itulah satu-satunya harapan kita di masa depan. Sulit melawan media mainstream? Jelas, jika dilakukan sendirian. Tapi, saya yakin, banyak orang-orang yang memiliki nurani di luar sana yang, saya harap, bersedia menyeimbangkan dan memulihkan cuci otak masyarakat dari pengaruh yang telah media massa berikan. Ingatlah, revolusi raksasa yang merubah bangsa Arab sudah membuktikan, bahwa kekuatan jurnalisme warga yang bersatu bahkan mampu menumbangkan para pemimpin yang didukung salah satu negara terkuat di dunia. Demi hidup kita, dan hidup anak-anak kita, apa itu bukan sesuatu yang pantas diperjuangkan?

    Orang-orang yang mencari kebenaran itu, seperti air.. Jika dihadang, ia berbelok. Dibendung, ia akan merembes. Bahkan jika dibendung dengan menggunakan beton dalam bendungan raksasa, ia akan menguap.. Ia tidak akan pernah lelah mencari jalannya…”

    Oleh : Dian Jatikusuma
    Red : Catalist Fist

    READ MORE - Kata-kata Bijak yang Koplak! Dasar Koplak!
    Category : edit post
    Photobucket

    Followers

    Poster

    FreeABB

    Save Muslims Rohingya

    Banner Usudullah

    usudullah

    My Photo