Translate

Hijr Calender

Al-Balad

free counters
Seringkali kita mendengar berita mengenaskan tentang tewasnya pemuda setelah mengikuti pesta miras oplosan. Masih segar dalam ingatan , seorang insinyur pesawat Sukhoi di Makassar meninggal karena minuman keras.

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut jenis minuman keras (miras) di Indonesia berdasarkan merk dan wilayahnya, yang dianggap sebagai tradisi dan budaya masyarakat setempat.

Cap Tikus & Sagoer

Cap Tikus merupakan minuman keras dari Manado hasil penyulingan Sagoer. Sagoer sendiri adalah cairan yang disadap dari pohon enau dan mengandung sedikit kadar alkohol sekitar 5%. Setelah disuling dengan cara tradisional, minuman khas Minahasa ini menjadi pendorong kerja untuk kalangan petani.

Namun saat ini Cap Tikus lebih menjadi sarana pelampiasan dan mabuk-mabukan. Begitu berbahayanya minuman ini hingga orang-orang tua mengingatkan agar bisa menahan atau mengontrol minum minuman Cap Tikus. Sejak dulu pula dikenal pameo menyangkut Cap Tikus, minum satu seloki Cap Tikus, cukup untuk menambah darah, dua seloki bisa masuk penjara, dan minum tiga seloki bakal ke neraka.

Tuak

Tuak merupakan minuman keras khas Indonesia hasil fermentasi dari bermacam buah. Bahan-bahan tuak biasanya beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Di daerah Batak tuak dibuat dari pohon aren yang mirip pohon kelapa maka sering disebut bir panjat. Bar-bar tradisional yang menyediakan tuak disebut lapo tuak.

Sebenarnya tuak tersebar di begitu banyak daerah di Indonesia sehingga sering disebut dengan nama-nama lain, namun tuak di sini mengacu pada minuman hasil fermentasi dari buah yang manis. Sama seperti temannya dari Manado tuak juga sangat memabukkan dengan kadar alkohol yang lebih ringan. Di salah satu lapo tuak tertulis Segelas tuak penambah darah. 2 gelas, lancar bicara. 3 gelas, mulai tertawa-tawa. 4 gelas, mencari gara-gara. 5 gelas, hati membara. 6 gelas, membuat perkara. 7 gelas, semakin menggila. 8 gelas, membuat sengsara. 9 gelas, masuk penjara dan 10 gelas, masuk neraka.

Arak Bali

Mirip dengan tuak, arak Bali merupakan minuman keras hasil fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain. Kadar alkoholnya 37-50%. Arak ini dari namanya saja sudah jelas berasal dari Bali dan sering digunakan dalam upacara-upacara adat. Dalam upacara menghormati para dewata arak akan dituangkan ke daun pisang yang sudah dibentuk seperti tangkup dan kemudian arak akan dicpiratkan tangan kanan dengan bantuan sebuah bunga.

Arak-arak untuk upacara biasanya mutu terendah karena arak terbaik akan diminum. Arak ini cukup populer juga di kalangan wisatawan di Bali dan salah satu resep cocktail yang terkenal adalah “arak attack” yaitu campuran Arak Bali dan orange juice. Meskipun banyak turis mancanegara tidak akan terkesan dengan rasa arak dibanding minuman keras dunia lainnya namun keberadaan Arak Bali jelas membantu seorang asing menikmati liburannya dan mempromosikan pulau dewata.

Sopi

Sopi adalah minuman keras asal Maluku yang dilarang di sana namun sudah sangat populer dan mendarah daging. Sopi sendiri merupakan fermentasi dari pohon aren (jadi masih bersaudara dengan minuman keras Indonesia lainnya) dan memiliki kadar alkohol diatas 50%. Pembuatan Sopi yang menghasilkan rasa khasnya adalah penambahan bubuk akar Husor dan penggunaan bambu untuk penyulingan. Para pembuat Sopi tradisional meskipun terlarang sangatlah makmur sampai bisa menyekolahkan anak-anak mereka sampai ke bangku kuliah maka ada sebutan di Maluku sudah ada orang yang menjadi profesor-profesor karena Sopi ini. Ada yang bilang rasa Sopi mirip Vodka.

Lapen

Nah minuman keras asal Yogyakarta ini reputasinya sungguh buruk. Coba saja Anda cari di google mengenai minuman ini, halaman awal akan didominasi kisah-kisah tragis penegak lapen, dari kebutaan, kelumpuhan, sampai kematian massal. Namanya pun sudah cukup sangar Lapen merupakan singkatan dari “langsung pening”.

Memang cara pembuatannyapun akan membuat seseorang geleng kepala. Alkohol 98,5% dicampur 15 liter air mineral ditambah gula dan pemanis lainnya, didiamkan 12 jam siap untuk dikonsumsi. Anda yang jeli akan bertanya alkohol apa yang dipakai? Disitulah masalahnya karena tidak jelas maka minuman ini sering terkontaminasi Methanol yang sangat beracun (bahan kosmetik, pembersih, dll) yang akan menjadi asam di dalam tubuh dan menyerang sistem saraf terutama saraf mata.

Lebih parahnya lagi di Yogyakarta para pemuda yang hilang arah sering adu keberanian dengan mencampur Lapen dengan berbagai cairan lain untuk memperkuat rasanya, dan yang kami maksud cairan bukan hanya cairan minuman tapi bisa karbol, formalin, dan bahan kimia apapun yang bisa Anda pikirkan. Tidak heran halaman demi halaman pencarian google untuk “Lapen” dihiasi obituari dan berita pengerebekan polisi.

Ciu

Ciu merupakan sebuah nama sebutan untuk minuman keras khas dari daerah Banyumas dan Bekonang, Sukoharjo. Meskipun mungkin ada hubungannya tapi tidak sama dengan Ang Ciu atau arak merah Cina. Di Banyumas Ciu merupakan hasil fermentasi dari beras dengan kadar alkohol mencapai 50-90%. Di tempat ini Ciu illegal dan dengan aktif diberantas oleh pemerintah daerahnya. Di Bekonang di lain pihak, pembuatan Ciu ini didukung oleh pemerintah daerahnya, sehingga menjadi sangat populer dan dipasarkan ke seluruh Karesidenan Surakarta, Surabaya hingga Madura.

Pada jaman dahulu setiap ada hajatan malamnya pasti diikuti dengan acara mabuk “Ciu Bekonang”. Ciu ini pembuatannya menggunakan tape dan ketan sehingga hasil fermentasi dari singkong tidak seperti saudaranya di banyumas. Kedua Ciu tidak berwarna, bening dan rasanya sangat kuat.

Anggur Orang Tua, Bir Bintang, Anker Beer

Meskipun masih menjadi polemik dan perdebatan di kalangan rohaniawan, minuman keras produksi skala besar telah menjadi bisnis yang sangat besar. Lihat saja grup orang tua yang dari anggur kolesomnya bisa merambah hingga ke bisnis makanan lain. Bir produksi dalam negeri (yang rasanya kalah jauh dengan bir luar negeri) juga populer di kalangan masyarakat kecil. Minuman-minuman itu ada di daftar ini hanya karena mereka dibuat di Indonesia meskipun kecil nilai tradisinya.(Desastian/dbs)

Sumber artikel: www.voa-islam.com
READ MORE - Inilah Jenis Miras Yang Sengaja DiPelihara Sebagai Budaya Bangsa
Category : edit post

Dialog Jihad antara Muwahhid dengan Munafik

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.01
Sebuah dialog ringan antara al Haq (Muwahhid) dan al Bathil (Munafik) mengenai urgensi Jihad fie sabilillah. Dialaog ini akan menunjukkan bagaimana sang munafik ini ingin membelok-belokkan makna Jihad menjadi rancu, namun sang muwahhid bisa membalasanya dan meluruskanya dengan jawaban-jawaban yang sangat cerdas yang disador dari Al Qur’an dan Al Hadits. Semoga dialog ini mencerdaskan dan membuka hati mereka yang membecinya, Insya Allah.
***
[Munafik]
“Apakah Anda mengetahui tentang jihad fi sabilillah ?”

[Muwahid]
Kami tidak akan menjawabnya secara ratio, kami menjawabnya sebagaimana Rosululloh menjawab pada saat para Shohabat bertantang kepadanya,

“Apa hijroh yang terbaik? Beliau menjawab,”Al Jihad Fii sabilillah”, mereka bertanya,”Apa jihad itu yaa Rosululloh? “Beliau menjawab,”memerangi Kuffar jika kamu datang kepada mereka (berperang)” Mereka bertanya,”Apa jihad yang terbaik?” Beliau menjawab “Seseorang yang kudanya terjatuh dan darahnya mengalir” (Musnad Imam Ahmad)

Dan dalam riwayat yang lain, Shohabat bertanya,”Manakah (kondisi) terbunuh yang sebaik-baiknya ?” Rosululloh menjawab,”Seseorang yang darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.” (Abu Daud)

Maka tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan bahwa sebaik-baik jihad adalah menuntu ilmu dan sebagainya, tetapi sebaik-baik jihad adalah terbunuh. Juga dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rosululloh bersabda,

“Pergilah dan kembalilah ke medan pertempuran karena Alloh, itu lebih baik daripada dunia dan seisinya dan sebaik-baik Ghazwa adalah pada saat darahnya mengalir dan kudanya terbunuh.”

[Munafik]
Tetapi waktu kita saat ini tidak sama dengan masa lalu, dimana ada Khilafah dan sebagainya, pada saat ini tidak ada jihad dengan pedang, tetapi pada saat ini jihad dengan pena, satelit dan sebagainya, dari ekonomi, voting dan sebagainya… kita harus membangun infrastruktur dari Ummat sebelum kita berperang.

[Muwahid]
Alasan mengapa kita harus berperang sekarang adalah karena Alloh memerintahkan kita,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (QS An Nisaa: 84)

Alloh menjelaskan bahwa kita hanya harus berusaha dan Alloh selanjutnya akan menentukan hasilnya. Menghentikan jihad dan mencegah mujahidin atau mengecilkan hati orang-orang dari berperang adalah sebuah karakter dari Munafiqun. Alloh Ta’ala berfirman,

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka….”(QS Muhammad 47: 4)

Alloh tidak mengatakan, pada saat kamu bertemu musuh,”tuntutlah ilmu” atau “bangunlah infrastruktur”, tetapi Alloh memerintahkan kita untuk memerangi mereka.

Lebih lanjut, Alloh memerintahkan kita untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran. Salah satu dari menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah menyeru orang untuk sholat, puasa, membantu orang yang membutuhkan dan sebagainnya, dan di antaranya yang telah disepakati Ulama adalah,

“Tidak ada yang bisa menyamai jihad fii sabilillah (pada saat itu menjadi fardhu ‘ain)”

Pada saat jihad menjadi fardhu ‘ain, itu bahkan di atas sholat, zakat, haji dan semua ibadah lainnya, pada saat kita berperang dalam jihad defensif, jihad kita adalah sholat kita, kita tidak bisa menghentikan jihad bahkan untuk sholat, jadi bagaimana bisa menghentikan jihad dengan tujuan untuk menuntut ilmu?

[Munafik]
Kita tidak bisa berjihad; jika mempunyai hutang, bayarlah hutang terlebih dahulu.

[Muwahid]
Dalam jihad defensif kita tidak perlu membayar hutang terlebih dahulu, Imam Ibnu Qudama Al Maqdisi dalam Al Mughni jilid 9 berkata,

“Jika jihad menjadi Fardhu ‘ain, dia tidak perlu meminta izin dari seseorang yang memberikannya pijaman, itu teks dari Imam Ahmad, dari Ibnu Abbas,”Jika jihad menjadi fardhu, dia tidak perlu meminta izin dari orang yang meminjamkannya.”

[Munafik]
Laksanakan Sholat dulu.

[Muwahid]
Sholat adalah kewajiban dan meninggalkannya adalah kufur, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu menjadi lebih penting daripada sholat, Imam empat mahzab menyetujui bahwa sholat adalah Fardhu, puasa adalah fardhu, zakat adalah fardhu, tetapi jika jihad menjadi fardhu ‘ain, itu lebih utama dari semua ibadah yang lain tetapi dia seharusnya melakukan sebisa mungkin jika dia bisa melakukannya, Imam Ahmad bahkan berkata,

“Jika musuh datang, kemudian sepanjang dia berperang, dia tidak bertanggungjawab atas semua kewajibannya yang lain sampai musuh berhenti.”

Imam Qurtubi berkata,

“Adalah sebuah kewajiban atas Imam untuk tetap menaklukan musuh setiap tahun…”

Ibnu Katsir berkata,

“Kita harus memerangi kuffar yang paling dekat sampai kita berjalan untuk mendatangi mereka.”

Alloh berfirman,

“Wahai orang-orang beriman perangilah orang-orang kafir yang paling dekat denganmu.”

Ini mempunyai implikasi, jika musuh memasuki negeri kita, mereka sangat dekat dengan kita kemudian kita harus memerangi mereka, jika mereka tidak masuk ke negeri muslim tetapi pemerintah mendeklarasikan Kufur Bawah (kekufuran yang nyata), mereka adalah musuh yang paling dekat dengan kita. Kemudian, jika ada Khilafah, musuh yang paling dekat adalah Kuffar yang berada di luar batas negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan kita.

[Munafik]
Mengapa kita berperang?

[Muwahid]
Karena kita bukan Munafiqun dan seseorang yang tidak berparang adalah Munafiq, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaini wasallam bersabda,

“Siapa saja yang mati dalam keadaan tidak berperang dan tidak juga mempunyai niat untuk berperang di jalan Alloh dia mati dalam sebuah cabang Nifaq.”

Dan jika kita tidak mengatakan demikian, Alloh berfirman,

“Jika kamu tidak berperang Alloh akan mengazabmu dengan amat pedih.”

Rosululloh bersabda,

“Seseorang yang tidak berperang tidak juga menyiapkan orang-orang yang berperang, tidak juga memperhatikan keluarga orang-orang yang berperang, Alloh akan mengirimkan kepadanya sebuah azab sampai hari pengadilan.”

[Munafik]
Setalah jihad, apakah yang kamu lakukan sebagai pengganti? Kita membutuhkan enginer (insinyur), dokter dan sebagainya.

[Muwahid]
Kita tidak mengatakan janganlah pergi berjihad karena kamu tidak mempunyai sebuah jawaban, kita membutuhkan enginer untuk membangun gedung, tapi, itu menjadi tidak penting jika kuffar masih membunuh Muslim, Alloh berfirman,

“Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).” (QS An Nisaa, 4: 84)

Alloh tidak pernah memerintahkkan kita untuk menteror Kuffar dengan gelar, derajat dan pendidikan, Alloh berfirman,

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Alloh dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Alloh mengetahuinya.” (QS Al Anfal, 8: 60)

wallahu a’lam bish showab..
(saif al battar/ fursan/arrahmah.com/usudullah.co.cc)
READ MORE - Dialog Jihad antara Muwahhid dengan Munafik
Category : edit post

Video Penyergapan Tentara Filiphina Oleh Abu Sayyaf

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 00.21
Allahu Akbar. Para mujahidin filiphina yang tergabung dalam brigade abu sayyaf menyergap dan menyerbu patroli tentara-tentara kafir filiphina yang berada di basilan. Kontak tembak tak terelakkan. Mujahidin abu sayyaf berhasil menewaskan 13 tentara kafir filiphina dan memperoleh banyak harta ghonimah dari hasil penyergapan itu. Berikut video perperangan antara mujahidin filiphina, abu sayyaf vs tentara nasional filiphina.


قال الله تبارك و تعالى :
{فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّى إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاء حَتَّى تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ذَلِكَ وَلَوْ
يَشَاء اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ}


في كمين محكم في منطقة (زولو باسيلان) بعد معركة دامت ساعة ونصف تمكن إخوانكم في جماعة أبو سياف من قتل 13 جندي فلبيني كافر ولله الحمد و المنة



Jangan lupakan mereka didalam doamu
READ MORE - Video Penyergapan Tentara Filiphina Oleh Abu Sayyaf
Category : edit post

Kisah Pertemuan 2 Mujahid, Syaikh Usamah & Mulla Umar

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.10
Pelajaran dari Masjid Kandahar

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah sholat ashar, salah seorang Mulla yang sudah biasa mengajar di jami’ masjid Kandahar duduk bersandar pada salah satu sudut masjid, kemudian beberapa puluh pemuda kelihatan berebutan untuk duduk mendekatinya. Setelah melihat murid muridnya duduk dengan tertib, Mulla itu berkata sambil menunjukkan sebuah kitab yang di bawanya: Saya membawa Kitab Sejarah Kandahar, dan hari ini kita akan membaca sejarah Mujahid bernama Usamah.

Lalu beliau memberikan kitab itu kepada salah seorang murid yang duduk di pinggirnya sambil menyuruhnya untuk membaca kitab itu dan memperdengarkan suaranya kepada seluruh teman temannya, pemuda itu menerima kitab itu dengan penuh semangat dan sopan, ia kelihatan bangga mendapat tugas itu dari Mulla. Lalu ia mulai membuka daftar isi Kitab, dan memilih sebuah judul yang bertulis

“Kisah Kedatangan Usamah bin Ladin ke Afghanistan dan perjuangannya dengan Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar Mujahid” kemudian ia mulai membaca Basmalah dan puji pujian kepada Allah swt. Dan di teruskan dengan membaca buku itu dengan lantang:

“Pada tahun 1417H pada bulan Muharram, Usamah datang ke bumi Kandahar, kedatangannya adalah karena ia terusir dari kaumnya di sebabkan ia tegas menolak untuk ikut menyembah berhala yang bernama Amerika, ia bertekad untuk memerangi Amerika tetapi ia tidak mendapat sambutan kaumnya kecuali hanya segelintir dari mereka, dan ada juga beberapa gelintir dari negeri negeri lain yang sudi untuk ikut bersamanya … tetapi mereka semua asing dan lemah, mereka tidak punya kekuatan untuk membela diri.

Kemudian Usamah mendatangi pimpinan pimpinan Qabilah qabilah Arab, meminta mereka untuk membantunya dan memberi jaminan tempat tinggal baginya dan pengikutnya untuk mempersiapkan diri melawan kekuatan si Berhala Amerika.

Suatu hari ia mendengar bahwa hukum Islam di laksanakan di Sudan, ia mengirim utusan untuk menemui sang Raja umtuk meminta bantuan jaminan tempat tinggal baginya dan pengikutnya.

Sang Raja berkata “Pintu kami selalu terbuka dan bumi kami adalah milik kita bersama .. datanglah sebagai tamu terhormat…tanamkan hartamu di sini dan jika kau sudi ikutlah bersama kami berjihad” (melawan pemberontak Sudan yang di ketuai oleh John Garang)

Usamah sangat gembira mendegar jawaban itu dan segera mempersiapkan diri untuk berhijrah ke negeri Sudan, kemudian ia tinggal di sana dan mendirikan berbagai Mu’askar (camp) dan melatih Mujahidin bersama pejuang dari kalangan tentara Sang Raja, dan mereka gembira di sana untuk beberapa waktu sambil membina negeri… jalan jalan di perbaiki, pasar pasar menjadi ramai, dan negeripun makin makmur.

Suatu hari berhala Amerika membentak Sang Raja dan berkata “Keluarkan mereka dari negerimu” Sang Raja menjawab… “Daulat tuan… titahmu kami junjung tinggi, demi mencari ridho mu”. Sang Raja berbalik kepada Usamah seraya berkata: “Keluar dari negeri kami..!!!” Usamah menjawab “bukankah kita telah mengikat perjanjian untuk berjihad bersama?” Sang Raja menjawab “Ya… tetapi Jihad melawan John Garang dan bukan Amerika” Usamah menjawab “sejak dahulu aku berniat menghancurkannya dan teman temannya” Sang Raja menjawab “tiadalah kami mempunyai kekuatan … keluarlah dari negeri ini”.

Mulla memberi Isyarat kepada muridnya yang sedang asyik membaca untuk berhenti sejenak karena beliau ingin memberi sedikit keterangan, lalu Mulla berkata:

“dalam hal Usamah, Sudan ternyata lebih takut kepada Amerika berbanding kepada Allah swt. , dan ketika itu Sudan sempat kebingungan karena harus melepaskan harta Usamah yang telah banyak di tanamkan bagi perdagangan negeri itu, tetapi ketakutan Sang Raja Sudan kepada Amerika ternyata lebih besar dari kepentingan rakyatnya sendiri, hingga Sang Raja lebih memilih mengusir Usamah demi relanya sang berhala, walau Amerika tetap masih tidak rela kepada Sang Raja Sudan, karena Sang Raja enggan untuk turun dan di ganti oleh John Garang.” Kemudian Mulla berkata “baik lah… teruskan bacaanmu nak..!!!”

Si pemuda yang tenggelam dengan keterangan Mulla tersentak dan bergegas mencari baris terakhir yang di bacanya tadi..lalu ia meneruskan bacannya “Usamah terpaksa mencari siapa yang sudi menjamin dan menolongnya untuk menghancurkan sang berhala, lalu ia mendengar bahwa hukum Islam kembali di laksanakan di Kandahar oleh suatu kaum yang menamakan diri sebagai Taliban, mereka di pimpin oleh si pemberani bernama Mulla Muhammad Umar Mujahid yang di juluki sebagai sang Amir, lalu Usamah mengutus utusan kepadanya.

Amir Taliban berkata: “mari kita angkat senjata… melawan pemberontak dan perampok perampok di negeri kami”

Usamah menjawab “Tujuan kami menghancurkan sang berhala”

Amir menjawab “Allahu Akbar… menghancurkan berhala adalah Hobi kami”

Usamah menjawab “bukan sekadar hobi… tetapi demi Jihad Fi sabilillah”

Amir menjawab “kami memang Manusia Jihad dan anak anak yang lahir bersama desingan peluru, Peperangan adalah ibu yang menyusui kami”

Usamah berkata “Sanggupkah kamu bersamaku memerangi Pasukan Salib?”

Amir menjawab “berperang dan berdamailah kepada siapapun yang kau kehendaki, berhubunganlah dengan siapapun yang kau kehendaki, ambil seberapa banyak yang kau kehendaki dari harta kami, kami pasti sabar dalam berperang dan berani melangkah kedepan, walau kau ajak kami mengharungi lautan benua untuk memerangi sang Berhala, pasti kan kami harungi bersamamu”

Usamah berkata “tapi kau akan di tembak oleh seluruh kaum Arab dan Romawi dari busur panah yang sama”

Amir menjawab “yakinlah bahwa semua itu tiada akan terjadi kecuali jika telah di izinkan oleh yang maha Menjadikan”

Usamah berkata “tetapi sang berhala akan datang dan mengupah berbagai Kabilah untuk menghabisimu”

Amir menjawab “Allah pelindung kami … sedang mereka tiada memiliki pelindung”

Usamah masih belum yakin, dan berkata “tahukah engkau bahwa sang berhala mempunyai bala tentara dan pedang yang sangat tajam? Mereka akan datang dan menguasai negerimu”

Amir menjawab “Ya kami tahu, tetapi kami tidak akan berkata seperti perkataan kaum Musa as. Kepada Nabinya “pergilah engkau berperang bersama Robbmu, dan kami akan tetap tinggal di sini” sungguh wahai Usamah kami akan mengawalmu dari kanan dan kiri, depan dan belakangmu, dengan harapan semoga Allah memperlihatkan kepadamu apa yang menyenangkan hatimu, sungguh negeri ini belum pernah di jajah oleh suatu tentara, pasti mereka akan lintang pukang lari… kecuali tentara Qutaibah”

Usamah berkata “Umat manusia akan berlepas diri darimu dan penduduk bumi akan meninggalkanmu sendiri”

Amir menjawab “Cukuplah bagi kami keberadaan Allah, dan jika ia sudi akan menyatukan kami dengan penghuni Firdaus di Langit”

Usamah berkata “mereka akan memboikotmu dan membiarkanmu kelaparan”

Amir menjawab “Sesungguhnya Allah maha memberi Rezki dan maha mempunyai kekuatan yang besar”

Usamah berkata “mereka hanya ingin menangkapku”

Amir menjawab “tenanglah…mereka tidak akan menyentuhmu selagi mata kami belum tertidur”

Usamah berkata “apakah kalian akan menjagaku sebagaimana kalian menjaga anak dan Isteri kalian?”

Amir menjawab “Ya Demi Allah, bahkan mereka akan kami keluarkan dari rumah kami agar kau bisa tinggal di rumah kami, Darah harus di bayar darah, kehancuran pun begitu, Pukullah si berhala dan jangan lupa membaca Basmalah, pukullah..!!! akan kami korbankan anak anak dan ibu ibu kami, pukullah dan berlindunglah di belakang kami, biar leher kami mereka cekik asal lehermu selamat, teruskan pukulanmu semoga Rabbul Jabbar bersama kita”

Tiba tiba si pemuda berhenti membaca karena mendegar isakan dari Mulla, ia terkejut melihat Mulla telah menutupi mukanya dengan serban dan badannya bergoncang menahan isakan sambil terus menerus bertakbir, seluruh pemuda terdiam tanpa sepatah kata. Mulla mulai membersihkan matanya yang telah di penuhi genangan air, kemudian berkata : “aku telah banyak membaca buku buku sejarah, tetapi aku belum mendapati suatu kaum yang lebih jujur dari mereka ketika menolong seseorang, kecuali kaum Aus dan Khazraj, para Anshar yang menolong Rasul saw. Lihatlah kubur kubur mereka di lereng lereng pegunungan Tora Bora, Shahikot, Kandahar dan Kabul…sebagai bukti bahwa mereka benar benar pemberani…aku mendengar bahwa tentara Salib sempat menawan salah seorang dari mereka…kemudian ia di tawari agar memberi tahukan keberadaan Usamah yang bersembunyi… dengan imbalan ia akan di bebaskan kembali dan di beri uang…tetapi ia menjawab “Demi Allah kalau Usamah bersembunyi di bawah telapak kakiku, aku tidak akan mengangkatnya untuk menunjukkannya kepadamu”. Kemudian Mulla kembali terisak…dan kali ini terdengar makin keras..nampaknya Mulla sudah tidak bisa meneruskan pelajarannya lagi.. ia bangun meninggalkan kumpulan pemuda itu sambil terus menangis………

Subhanallah.. semoga kisah ini menjadi i’tibar dan tauladan buat kita semua, insya Allah..

(saif al battar/arrahmah.com/usudullah.co.cc)

READ MORE - Kisah Pertemuan 2 Mujahid, Syaikh Usamah & Mulla Umar
Category : edit post

Ebook Karomah Mujahidin Nusantara

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 20.11
Ebook berjudul "Karomah-Karomah Mujahidin Di Sekitar Kita, Bumi Jihad Nusantara" yang berformat pdf ini berisi beberapa kisah karomah yang terjadi pada mujahidin Indonesia yang ditawan dan disiksa oleh anshor-anshor thogut republik indonesia. Kisah-kisah ini tentu saja tidak pernah dipublikasikan secara langsung baik dari personil/oknum anshor thoghut yang melihat sendiri karomah ini maupun media-media sekuler karena kisah ini ditutup rapat-rapat dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Ebook ini diterbitkan oleh situs www.jahizuna.com yang komitmen menerbitkan ebook-ebook dan audio baik terjemahan maupun sanduran dari web jihad lain yang dapat didownload secara gratis.

Diantara kisah yang dimunculkan dalam ebook ini, yaitu kisah yang terjadi pada Ustadz mujahid Aman Abdurrahman Hafidzhahullah. Beliau disiksa sampai tidak bisa bernafas. Salah satu algojo menemui salah seorang akhuna yang juga tahanan. Dia menceritakan perihal mimpi buruknya, "Bang, saya bermimpi disering sepasukan jubah serba putih, dengan mimpi itu membuat saya tidak bisa tidur, saya kapok kalo disuruh lagi nyiksa ust.Aman". Demikian cerita yang kami dapatkan dari akhuna.

Masih banyak kisah-kisah karomah mujahidin yang bisa antum baca langsung dengan mendownload ebook ini. Ebook ini dibagikan secara gratis dan semoga menjadi amal jahiriyyah bagi penulisnya.

Karomah-Karomah Mujahidin Di Sekitar Kita, Bumi Jihad Nusantara
Unduh/Download
READ MORE - Ebook Karomah Mujahidin Nusantara
Category : edit post

Teruntuk Semua Ibu Para Mujahid

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 18.42

(Arrahmah.com) - Bissmillah. Pesan berikut ini didedikasikan untuk semua ibu para mujahid, yang disampaikan oleh Abu Ibraheem, berasal dari Jerman, seorang mujahid Taliban di Waziristan, Uzbekistan, melalui sebuah video yang dirilis oleh Jundullah Media baru-baru ini yang berhasil diterjemahkan oleh Arrahmah.com, semoga pesan-pesan berikut ini dapat membuka hati dan semangat para ibu dan para orangtua umumnya, terkhusus ibunda yang putra putrinya pergi hijrah dan jihad fisabilillah.

Sebuah pesan dari tanah yang diberkahi, Tanah para syuhada..

Aku dedikasikan kata-kata ini ketika aku sedang Ribath, menghadapi musuh, di jalan Allah aku berjihad, untuk meninggikan kalimat-Nya.

Ibu…anakmu seorang mujahid.

“Ibu..tetaplah tabah”

Bissmillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi Robbil’alamin wa sholatu wa salam ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa sohbihi ajma’in, amma ba’du.

Untuk ibuku…Untuk ibuku yang terhormat

Dan untuk semua ibu yang putra-putrinya hijrah fisabilillah

Kata-kata berikut ini adalah dari lubuk hatiku yang dalam, untuk ibu dan semua ibu. Maka bukalah hatimu untuk kata-kata yang datangnya dari hati.

Wahai ibu..setiap kali engkau mendengar telepon berdering, engkau segera menuju telepon sementara hatimu berdebar-debat, engkau segera menuju telepon itu dengan harapan untuk mendengar suara anakmu.

Wahai ibu..aku jauh, jauh dari dirimu untuk waktu yang lama, dahulu mungkin kau tak pernah merasakan ini, ketika aku absen dari rumah hanya satu atau dua hari. Tapi sekarang? Aku berpisah darimu sejak bertahun-tahun.

Ibu, Ketika aku memikirkanmu, kerinduan menyelimuti hatiku, aku mengingat kasih sayangmu, kesabaranmu, tentang cintamu kepadaku, hal-hal itu darimu yang membuatku mengetahui, membuatku merasakan bahwa engkaupun disana memikirkanku, “anakku..wahai dimana anakku?”, mungkin engkau menangis dalam kesedihan, mengangis dalam ketidakpastian, naluri keibuanmu menyebabkan kau menangis,”anakku..dimana ia? Di gunung manakah ia?, di gua manakah ia melalui malam?, pohon apakah yang menaunginya?, apakah sahabat-sahabatnya jujur kepadanya?” (mungkin engkau berpikir seperti itu)

Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut menyita perhatianmu, dimana matamu yang indah dipenuhi air mata. Aku rindu dekapanmu, aku rindu kehangatanmu, Ibu..aku merindukanmu..

Seorang anak merindukan ibunya, adalah fitrah dari Allah. Aku merindukan kelembutan tanganmu, yang lelah karena merawatku, engkau merasa lelah sehingga semua urusanku menjadi baik-baik saja, engkau tidak tidur sehingga aku tidur, engkau tidak makan sehingga aku makan, engkau menghilangkan rasa hausku, engkau menghapus air mataku, engkau adalah penyemangat dalam langkah pertamaku, engkau mengajariku untuk makan dengan tangan kanan, dan engkau memberitahuku “katakanlah bissmillah sebelum engkau makan, dan Alhamdulillah setelah engkau selesai”.

Ibu..aku merindukanmu..

Ibu..apakah engkau berpikir aku tidak mencintaimu?

Engkau berpikir aku tidak ingin melihatmu?

Aku akan memberikan apapun untuk memelukmu, bagaimana mungkin aku melupakan ibu seperti dirimu?, saat aku bicara, aku memiliki bayanganmu dalam benakku. Dalam pandanganku, engkau adalah perempuan tercantik, engkau memiliki senyum terindah, menyejukkan mata, matahari dalam hatiku, Ibu.. aku tidak melupakan apapun tentangmu!

Aku tidak melupakan apapun!

Aku tinggal di dalam perutmu selama sembilan bulan, saat lahir, aku tidak melupakan apapun! Dan tidak peduli dimanapun aku berada, aku berdo’a untukmu.

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (Al Qur’an 17:24)

Ibu..kata-kataku tidak dapat menggambarkan sebesar apa cintaku kepadamu. Pastinya, engkau bertanya terhadap dirimu sendiri, mengapa aku meninggalkanmu, ayah, teman-temanku, dan orang-orang di sekitarku.

Ibuku sayang..anakmu meninggalkanmu, dan engkau bertanya terhadap dirimu sendiri “mengapa”. Ibu..alasan mengapa aku meninggalkanmu, dengarlah ibuku sayang..karena anak-anak kecil yang polos tak berdosa, yang engkau lihat di televisi, sangat muda dan tak berdosa. Mereka di bom oleh orang-orang pembawa kerusakan. Orang-orang perusak yang hati mereka sepenuhnya kosong dari rasa kasih, mereka tidak membeda-bedakan (dalam menyerang), mereka membom seluruh kota dan desa, anak-anak, para wanita, dan para orangtua. Ibu..rumah-rumah sakit penuh sesak dengan jasad-jasad tak dikenali (hancur) karena senjata kimia mematikan, dan jumlah kematian meningkat dari hari ke hari. Ibu, bagaimana aku bisa tinggal diam melihat semua itu?

Ketika aku melihat tragedi di Palestina? Lebih dari 60 tahun dan situasi disana semakin memburuk dan memburuk. Ibu, ketika air matamu jatuh di pipimu, darah-darah dari para ibu mengalir di Jalur Gaza, pemandangan yang membuat hati-hati terenyuh. Ibu, bagaimana aku bisa tinggal diam? Saudara-saudari kita dalam keadaan membutuhkan pertolongan.

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (Al Qur’an 4:75)

Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam setelah membaca surat dari ukhti Fatimah?, Fatimah dari Irak dan suratnya dari penjara Abu Ghuraib. Ia menulis dalam suratnya bahwa dalam satu hari, ia diperkosa oleh sembilan tentara salibis Amerika selama sembilan kali dalam sehari!

Ia menulis bahwa banyak muslimah yang menjadi hamil karena diperkosa, mereka harus menanggung anak hasil para binatang biadab!. Ibu, seorang muslimah, seorang yang suci, wanita dari ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam diperkosa dan dihinakan dan dijebloskan ke dalam sel. Seluruh dunia tahu bahwa pemandangan Abu Ghuraib dan apa yang pernah kita saksikan adalah penjara yang terkenal dengan kekejamannya. Ibu, bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika beribu-ribu saudara-saudariku di tahan di penjara-penjara musuh-musuh Allah, mereka dipukuli, dicambuk, dan disiksa!

Ibu..Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (Al Qur’an 49:10)

Tidak ada perbedaan diantara mereka, saudara-saudaraku yang sebenarnya, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

“tidaklah beriman diantara kalian hingga kalian mencintai untuk saudara kalian apa yang kalian cintai untuk diri kalian sendiri”.

Ibu..hal pertama yang kau inginkan dan kau cintai untuk dirimu adalah untuk hidup dengan bebas. Apa tindakan kriminal mereka? Apa dosa-dosa mereka? Semua penyiksaan dilakukan hanya karena mereka beriman kepada yang Maha Perkasa,

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (Al Qur;an 85:8)

Melainkan karena mereka mengatakan, “Tuhanku adalah Allah”,

“Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah” (Al Qur’an 40:28)

Mereka dibelenggu di sel-sel tahanan yang gelap, mereka berteriak meminta pertolongan, tetapi ummat ini sibuk, ummat sibuk dengan urusan duniawi, atau bahkan sibuk dengan ibadah, ummat pergi dan melupakan saudara-saudari mereka. Ibu..bayangkan, jika aku dalam tahanan sementara anak-anak dari ummat ini duduk-duduk di rumah dan tidur dalam belaian ibu mereka di tempat tidur yang nyaman.

Ibu.. bagaimana aku bisa tinggal diam dalam situasi semacam itu?

Para musyrikin menginjakkan kaki mereka di tanah-tanah berkah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Mereka mengisi tank-tank mereka dan pesawat-pesawat tempur untuk membom saudara-saudari kita di Irak, sementara disana (penguasa Arab -red), beberapa mil dimana orang-orang mencium batu Hajar al aswad (Makkah, Saudi Arabia), kau akan berpikir, “Ya Allah!”

Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? 50 negara menginvasi Afghanistan, haruskah aku tinggal bersama mereka (para penjajah)? Atau bahkan membayar pajak kepada mereka yang membunuh kaum muslimin?, ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika aku mendapat kabar bahwa rezim Pakistan membunuh ratusan muslimah di Lal Masjid (Masjid merah).

Ibu..Allah Subhanu wa Ta’ala berfirman:

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (Al Qur’an 2:114).

Ratusan saudari kita dibunuh dan ummat ini tetap diam!. Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika komunis di Chechnya merenggut hijab dari kepala saudari-saudari kita!.

Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Pergi bekerja, belajar, makan dan minum dengan enak, membeli pakaian baru? Sementara saudara-saudari kita di Nigeria berbuka puasa Ramadhan dengan daun-daun dari pohon.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa seorang wanita dimasukkan ke neraka karena ia mengikat seekor kucing dan tidak memberinya makan”.

Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika orang-orang kafir menginjak-injak Al Qur’an dan menghina Islam!. Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika Nabi kita tercinta ‘alaihi sholatu wa salam dihina.

Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika mereka (kafirin) menaruh simbol salib di atas masjid? Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Tolong beritahu aku.

Di seluruh dunia, tidak ada negara yang menerapkan hukum-hukum Allah, hukum dari yang Maha Mengetahui, Maha bijaksana. Sekarang di sini (di tanah para syuhada), ada hukum yang diberlakukan dengan hukum Tuhan semesta alam.

Orang-orang muslim diatur tetapi mereka tidak memerintah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia” (Al Qur’an 12:40)

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

“Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? (Al Qur’an 95:8)

Para Thaghut/para penguasa murtad di negara-negara sekuler mengambil musuh-musuh Islam sebagai teman-teman setia mereka dan sekutu-sekutu mereka dan mengubah hukum Allah dengan hukum-hukum buatan orang kafir. Mereka menyatakan yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal. Alkohol (minuman keras), club malam, perzinahan, dsb.

Mereka memerintahkan kemungkaran dan melarang kebaikan. Para munafiqun melawan Islam dan ummat muslim tidak menyadarinya!

Ibuku yang terhormat, bagaimana aku bisa tinggal diam, disaat Jihad telah menjadi Fardhul ‘ayn, dimana Jihad adalah kewajiban. Ibu..jika aku tetap diam, bukan hanya pengabaian terhadap Islam, dan situasi kaum muslimin, tetapi lebih dari itu (pada hakikatnya) pengabaian terhadap hari akhir (kiamat), ketika Allah akan menanyaiku apa yang aku telah lakukan disaat melihat situasi saudara-saudariku dan apa yang telah aku lakukan disaat orang-orang Yahudi mengambil alih kiblat pertama Sholat ummat Muslim (Al Aqsa), maka dari itu aku pergi (berjihad), bertawakkal kepada Allah, untuk mempersiapkan diriku dengan amal-amal shalih untuk memberi jawaban kepada Allah. Demi Allah..aku tidak akan tinggal diam ketika ummat ini memanggilku dengan mengucapkan firman Allah,

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (Al Qur’an 4:75)

Ibu..aku berpisah darimu untuk sementara waktu dan waktu akan berlalu, tempat bertemu kita di Surga nanti (insya Allah), yang lebarnya seluas langit dan bumi, yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh oleh telinga, dan tidak dapat dibayangkan oleh angan, misik, za fa ran, mutiara, permata, sungai madu, susu, dan anggur, buah-buahan yang enak rasanya, kesenangan selamanya. Ibu, di salah satu istanaku, aku akan mengunjungimu insya Allah dan mengetuk pintumu, sebuah perkumpulan kembali di tempat yang jauh lebih baik dari dunia ini, kehidupan tanpa dukacita, kehidupan tanpa akhir, segalah puji bagi Allah.

“mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (Al Qur’an 3:136)

Ibu..hidup di dunia ini, hanya sementara dan hina, hina bagi siapa saja yang puas akannya.

“ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al Qur’an 57:20)

Tempat kita sebenarnya adalah akhirat, di tempat keabadian. Hidup di dunia ini hanyalah ilusi.

“Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Al Qur’an 35:5)

Ibu..janganlah khawatir akan perpisahan kita, bersedihlah akan situasi saudarai-saudari kita, bersedihlah akan anak-anak yatim-piatu dan para janda, bersedihlah akan Al Aqsa. Ibu, jangan khawatir tentangku, jika engkau hendak khawatir tentangku, maka hanya untuk satu alasan: Apkah aku akan masuk surga atau neraka.

Seperti Ummu Rubayyi’ ibunda Haritsah bin Suraqah radiallahu ‘anhu yang telah syahid pada saat perang Badr. Ia datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam keadaan menangis dan berkata, “Ya Rasulullah beritahu aku keadaan Haritsah, dimana ia? jika ia berada di Surga, aku akan bersabar atas kehilangannya, jika ia tidak disana, aku akan meratapinya,” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Wahai ibu Haritsah, di surga terdapat taman yang banyak dan putramu berada di Al-Firdaus Al-A’la (surga tertinggi)”. HR. Buhkari

Ibu, dan semua ibu yang anak-anaknya berada di jalan kebenaran, di jalan yang akan membawa kembali kejayaan Islam dan kaum muslimin, berbanggalah, dan kepada para ayah terhormat, para orangtua yang terhormat (yang menganggap jalan jihad adalah salah), jika kalian berpikir jalan kami salah, bahwa kami telah mempermalukan kalian, bahwa kami telah menyakiti kalian, bahwa kami telah menghancurkan keluarga, bahwa kami (dalam pandangan kalian) hijrah dan jihad kami adalah sebuah bencana, aku harus memberitahu kalian, “Jangan menyalahkan kami!”

Salahkanlah diri kalian sendiri, pemikiran-pemikiran tersebut datang karena kalian jauh dari Agama Allah walillahil hamd, dan tidak menigkuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Ada beberapa alasan mengapa kalian jauh dari dien ini, salah satunya adalah karena kalian tinggal di negara-negara kafir, orang-orang yang sepenuhnya jauh dari Agama Allah dan kalian hidup dibawah pengaruh pemerintahan Tahghut, yang menganggap diri Islam tetapi tidak hidup dengan Islam yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bawa kepada seluruh ummat manusia. Para orangtua yang terhormat, kalian berkata bahwa kami telah dicuci otaknya, Subhalallah!

Para orangtua yang terhormat, lihatlah hidup kalian: apa yang kalian tonton? Apa yang kalian baca? Siapa teman-teman kalian, tetangga-tetangga dan dengan apa-apa yang membuat kalian sibuk untuk menggapai cita-cita kalian. Lihatlah hidup kalian dan bandingkan dengan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, dan kemudian tanyakan kembali kepada diri-diri kalian, siapa yang sebeneranya telah dicuci otaknya?!. Para orangtua yang terhormat, periksalah keimanan kalian dengan ujian ini dan mendekatlah kepada Allah.

“janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Al Qur’an 3:139)

Teruntuk ibu, dan para ibu yang terhormat, dari Timur hingga Barat di dunia ini, apakah kalian mengetahui kisah tentang Ummu Ibrahim seorang yang berbudi luhur? Jadi bukalah hati kalian sebelum membuka telinga kalian. Ummu Ibrahim Al Hashimiyah, seorang hamba yang berbudi luhur dari Basra. Ketika itu musuh-musuh Islam menyerang kota-kota kaum muslimin, para musuh berbaris (siap menyerang), maka dikumandangkanlah “Hayya ‘ala al jihad!” (Marilah kita berjihad).

Kaum muslimin mendukung dan bergabung untuk jihad, seorang ulama dan mujahid Abdul Ibn Zaid Al-Basri, menyampaikan Khutbah untuk menyemangati jihad, seperti yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Abdul Wahid berkhotbah di jalan-jalan dan Ummu Ibrahim berada disana, Abdul Wahid yang juga dipanggil (Ab Ubayd), mengingatkan ummat akan kewajiban mereka dan akan besarnya pahala bagi orang-orang yang berjihad, dan ia menggambarkan sosok bidadari yang digambarkan dalam Al Qu’an dan As Sunnah dan kemudian membuat syair tentang mereka.

Ummat muslim terkagum-kagum dan memandang satu sama lain, mereka bangkit dan bergairah di dalam hati-hati mereka, Ummu Ibrahim berdiri dan mendatangi Abu Ubayd dna berkata, “Wahai Abu Ubayd, Wahai Abu Ubayd, engkau tahu anakku Ibrahim? Para pria terhormat di Bassra menawarkan putri-putri mereka, tetapi aku pikir Ibrahim terlalu baik untuk mereka, tetapi demi Allah, aku menyukai gadis yang engkau gambarkan, aku akan sangat bahagia untuk menikahakannya dengan anakku, wahai Abu Ubayd kumohon gambarkan lagi tentangnya”, Abu Ubayd membacakan sebuah syair, dan ummat terkagum-kagum.

Ummu Ibrahim berdiri kembali dan mendatangi Abu Ubayd, “Wahai Abu Ubayd, demi Allah aku sepenuhnya yakin dengan gadis tersebut, aku ingin ia menjadi pengantin untuknya (Ibrahim), aku mohon kepadamu Abu Ubayd, biarkan anakku menikahinya, aku memiliki 10.000 dinar dirumah dan akan mengambilnya sebagai mahar, dan meneyrahkan Ibrahim bersamamu dalam Jihad, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkaruniakan kesyahidan, dan semoga menjadi syafa’at bagi ku dan ayahnya di hari kiamat”, Abu Ubayd berkata, “wahai Ummu Ibrahim, jika engkau berkeinginan demikian, itu akan menjadi keberhasilan agung untukmu, ibrahim dan ayahnya, demi Allah itu adalah keberhasilan yang agung”.

Kemudian, Ummu Ibrahim memanggil anaknya dari kerumunan ummat, Ibrahim mengatakan, “Labbayk ya Umma (aku disini wahai ibu)”. Ummu Ibrahim bertanya kepada Ibrahim, “anakku, apakah engkau senang untuk menikahi gadis itu (bidadari)? Dengan syarat engkau korbankan jiwamu dalam jihad?”, Ibrahim menjawab, “demi Allah, aku akan sangat senang”. Ummu Ibrahim berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, engakulah saksiku, bahwa aku menikahkan anakku dengan gadis itu (bidadari), jika ia korbankan jiwanya dalam jihad dan tak pernah kembali, maka terimalah ia Ya Rahman Ar rahiim”. Setelah berdo’a, kemudian ia bergegas pulang ke rumahnya dan kembali dengan 10.000 dinar, ia membelikan Ibarahim seekor kuda baru dan sebuah senjata yang bagus. Masha Allah!

Wahai ibu, lihatlah wanita ini dan perannya. Lihatlah peran pentingnya yang seorang muslimah dapat lakukan.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.” (Al Qur’an 9:111)

Ummu Ibrahim datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya, “anakku aku memperingatkanmu, anakku aku memperingatkanmu, jangan lalai dan berikan yang terbaik di dalam pertempuran”, ia memberi Ibrahim kain kafan dan mencium keningnya dan berkata, “wahai anakku, semoga Allah tidak akan mempersatukan kita kecuali diantara tangannya Jalla Fi Ula di hari kiamat”.

Para mujahidin memulai barisan jihad mereka. Kemudian Abdul Wahid mengabarkan, “kami telah mencapai wilayah musuh dan menhadapi mereka dan Ibrahim berada di barisan terdepan, ia bertawakkal kepada Allah, menunggu dua hadiah, KEMENANGAN ATAU KESYAHIDAN!, ia menyerang para musuh dan membunuh banyak dari mereka, ia adalah duri bagi daging-daging para musuh”, itu merupakan keinginan terakhir ibunya (semoga Allah tidak akan mempersatukan kita kecuali diantara tangannya Jalla Fi Ula di hari kiamat), itu adalah buah dari upaya kebajikan ibunya. Ibrahim naik dan turun merusak musuh. Musuh melihat keberanian anak muda ini, mereka merasa harus mengambil tindakan karena kewalahan dengan Ibrahim dan mereka membunuhnya. Ibrahim, meninggal sebagai syahid!.

Abdul Wahid mengabarkan, “kami kembali ke Basra”, ummat menyambut pasukan mujahidin dan diantara mereka ada Ummu Ibrahim, ia berkata, “wahai Abu Ubayd, jika Allah menerima hadiahku, maka berikan selamat kepadaku, jika tidak, kasihinilah aku”. Abdul Wahid berkata, “Bushra, Bushra, demi Allah!, Allah menerima hadiahmu dan Ibrahim tetap hidup, Ibrahim diantara para syuhada”.

“mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (Al Qur’an 3:169)

Kemudian, Ummu Ibrahim bersujud untuk bersyukur kepada Allah dan mengatakan “Alhamdulillah”.

Di hari berikutnya ia mendatangi masjid dan berkata, “Bushra, Bushra, wahai Abu Ubayd!, aku melihat anakku di dalam mimpi kemarin malam, ia berada di taman yang hijau dengan menara hijau, bersandar pada kasur yang terbuat dari mutiara putih, dengan mahkota di kepalanya, ia berkata kepadaku, “mahar telah diterima dan kami merayakan pernikahan”.

Ibu..tetaplah tabah, anakmu berada di jalan jihad. Ibu..disini para musuh telah datang, musuhmu dan musuhku, 50 bangsa menyerang tanah ini, dan bersama mujahidin aku mengangkat senjataku melawan mereka, dan kami berharap kepada Allah untuk membiarkan kami menjadi duri di dalam daging-daging para penindas, mereka akan menemukan kami keras (terhadap mereka) selama darah masih mengalir di urat-urat nadi.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al Qur’an 48:29)

Ibuku sayang..seperti janji Ibrahim kepada ibunya, aku berjanji kepadamu bahwa aku akan memberikan yang terbaik tanpa kelalaian (insya Allah), tujuan kami telah dipahami oleh para sahabat dan musuh-musuh kita.

Ibuku tercinta, terhormat dan ibuku yang paling berharga, janganlah bersedih dan tetaplah angkat kepalamu (tabah), berbahagialah, kita hidup hampir di masa keemasan, dimana Allah Jalla Fi Ula, akan memenangkan kembali agamanya.

Ibuku sayang, jantung hatiku, maafkan aku, kelalaianku dan kesalahan-kesalahanku, berdo’alah untukku dan untuk ummat ini.

Jantung hatiku, pada perpisahan ini, aku ucapkan wa as salamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Do’a terakhir kami adalah Alhamdulillahi Robil ‘alamiin.

Abu Ibraheem

Semoga Allah memberkahinya dan mengkaruniakan kesyahidan kepadanya dan kepada seluruh mujahidin fisabilillah, Aamiin.

Ibu..bangga dan berbahagialah…anakmu seorang mujahid!

(siraaj/arrahmah.com/usudullah.co.cc)

READ MORE - Teruntuk Semua Ibu Para Mujahid
Category : edit post

Perda Pelarangan Miras Dicabut!

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 22.55
Sungguh aneh jalur pemikiran Menteri Dalam Negeri Indonesia, Gamawan Fauzi yang mencabut perda pelarangan beredarnya minuman keras/khamer yang telah banyak meresahkan masyarakat. Bukan kah selama ini akibat mengkonsumsi minuman keras mengakibatkan banyaknya terjadi kriminalitas dan maksiat di negeri ini? Bukan kah selama ini akibat minuman keras mengakibatkan banyaknya jatuh korban, baik karena meneguk minuman haram ini akibat efek samping penggunaanya secara berlebihan. Bukan kah selama ini masyarakat dibuat resah dan khawatir oleh perilaku oknum-oknum pengkonsumsi minuman keras disekitar mereka? Dan bukan kah minuman keras/khamer jelas-jelas telah diharamkan oleh Allah Subhanahuwata'ala dan diterapkan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam terhadap para Sahabat dan penduduk Mekkah dan Madinah?

Lalu atas dasar apa Bapak Gamawan Fauzi mencabut secara sepihak perda ini? Ternyata perda bernuansa syariah Islam ini tidak sesuai dengan kepres (Keputusan Presiden). Masya Allah! apakah keputusan presiden mengalahkan keputusan Allah? Siapakah yang pak Gamawan Fauzi takuti, presiden yang hanya seorang mahluk ataukah Allah Yang Maha Pencipta? Inilah sebab negera Indonesia tak henti-hentinya dilanda musibah, ketika sosok manusia telah dipertuhankan selain Allah yang patut disembah.

Keputusan mahluk itu semu dan tidak tetap, sewaktu-waktu bisa berubah sejalan dengannya waktu. Tapi keputusan Allah itu mutlak berlaku hingga akhir jaman. Sungguh ironis, perda yang seharusnya dapat setidaknya membatasi penyebaran dan pengkonsumsian minuman keras yang merupakan biang segala biang kerusakan dan maksiat harus dicabut hanya karena tidak katanya tidak sejalan dengan kepres dan nafsu besar para pejabat-pejabat dan konglomerat-konglomerat yang sepilis.

Semoga pak Gamawan Fauzi yang terhormat beserta orang-orang yang sejalan dengannya dibukakan mata hatinya dan diberikan hidayah oleh Allah agar ditunjukan jalan yang benar agar beliau sadar bahwa keputusannya ini jelas-jelas melawan keputusan dan hukum Allah yang sangat tegas mengharamkan segala yang memabukkan. Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu'alaihiwassalam bukan cuma untuk dibaca dan dihapal, melainkan di amalkan sebagaimana Rasulullah mencontohkannya.

Para Sahabat Rasulullah dulunya ada yang sangat suka mengkonsumsi khamer, walaupun ia telah memeluk Islam, tapi memang belum turun perintah terhadap pelarangan khamer tersebut. Setelah turunnya perintah untuk mengharamkan khamer, mereka tak ragu-ragu untuk menumpahkan dan memecahkan seluruh tong-tong dan kendi penyimpanan khamer yang mereka miliki dan bersumpah tidak akan menyentuh barang tersebut lagi. Inilah sikap yang seharusnya kita ikuti, bukan malah sebaliknya. Wallahu'alam
READ MORE - Perda Pelarangan Miras Dicabut!
Category : edit post

Video Tentara Salibis AS Mengencingi Jenazah Syuhada Taliban

Diposting oleh Abdullah Al-Haq On 23.39

Kebiadaban tentara salibis amerika kembali terulang lagi terhadap jenazah mujahidin Taliban yang gugur dimedan perang. Sebuah video amatir yang memperlihatkan 4 personil tentara salibis amerika dari korp marinir tengah mengencingi 3 jenazah mujahidin Taliban bersimbah darah yang gugur dimedan perperangan. Sungguh perbuatan yang biadab, tidak terhormat dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh para tentara salibis negara yang dikatakan sangat menjunjung nilai kemanusian namun paling banyak melanggar nilai kemanusian tersebut sendiri.


Juru bicara Taliban, Dzabihullah Mujahid mengungkapkan bahwa selama satu dekade jihad melawan agresor salibis AS, tentara salibis AS sudah ratusan kali mengencingi jenazah mujahidin Taliban. Video yang saat ini beredar hanyalah secuil bukti atas kebiadaban penjajah yang marah karena kalah di medan pertempuran.

Dari pihak thoghut afghanistan, Preseiden Hamid Karzai mengatakan bahwa tindakan ini "benar-benar tidak manusiawi" dan juga menyerukan kepada militer AS untuk menghukum para Marinir yang melakukan tindakan tersebut.

Bahkan thoghut afghanistan yang lainnya, yaitu Kementerian Pertahanan Afghanistan juga mengutuk tindakan marinir yang ada dalam video itu, yang mereka gambarkan sebagai sangat "mengejutkan."

Dari pihak salibis, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional ISAF mengatakan tindakan tak senonoh itu tampaknya telah dilakukan oleh sekelompok kecil tentara AS, yang tampaknya tidak lagi bertugas di Afghanistan." Pernyataan itu tidak mengidentifikasi personil atau menjelaskan mengapa ISAF mengira mereka telah meninggalkan negara itu.

Apapun pendapat mereka, jelas perbuatan ini tak sepatutnya dilakukan oleh manusia yang bermoral. Terlebih amerika mengklaim dirinya sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemanusian tapi pada kenyataannya amerika sendirilah yang menginjak-nginjak nilai kemanusian itu sendiri dengan sikap angkuh dan arogannya.

Semoga Allah Ta'ala membalas kematian para mujahidin Taliban yang gugur fie sabilillah dengan kenikmatan syurga yang Allah janjikan. Dan menghancurkan barisan musuh-musuh Allah dan mempermalukan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Wallahu'alam bishawab.
READ MORE - Video Tentara Salibis AS Mengencingi Jenazah Syuhada Taliban
Category : edit post
Photobucket

Followers

Poster

FreeABB

Save Muslims Rohingya

Banner Usudullah

usudullah

My Photo